Baby Boomers Y Gen X Gen Millenial Gen Z Gen (Part 1)
Baby Boomers ≠ Y Gen × X Gen + Millenial Gen = Z Gen (Part 1)
“Masak, Saya ini lho, sudah bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang eksport-import di Semarang dan saat ini sedang bekerja di rumah karena pandemi (Work From Home), kok masih dianggap belum bekerja oleh orang tua saya sendiri!?”
Itulah kalimat keluhan dari seorang anak muda tampan yang berusia sekitar 26 tahun. Sebut saja namanya Kayo. Kesempatan bertemu dengannya terjadi di Bece Cafe untuk melepaskan beban pikiran sejenak dengan menikmati berbagai jenis kopi nusantara serta bermain gitar tentunya.
Belum juga, saya berkomentar apapun, Kayo menambahi dengan penuh antusias,”Gaji saya juga tinggi dan lebih dari cukuplah untuk memenuhii kebutuhan diri saya, bahkan saya masih bisa membantu keluarga secara finansial. Anehnya, orangtua tetap menganggap saya belum bekerja. Mereka inginnya, saya menjadi pegawai negeri. Saya, saat ini bekerja ya begini ini! Memakai celana pendek, membuka laptop dan gawai saya!”
Setelah menanyakan sedikit tentang keluarga serta jumlah kakak dan adiknya, seketika bisa langsung saya tebak, bahwa Kayo merupakan anak dari kelompok generasi Z. Sedangkan orangtuanya dari generasi Baby Boomers. Kedua generasi itu akan bertentangan dalam banyak aspek terutama perspektif menyikapi proses kehidupan ini. Istilah yang dimunculkan oleh Beresfod Research itu rasanya ada benarnya juga.
Saat itu pula, saya langsung merenung dan ingat betul dari beberapa artikel lama yang pernah saya baca. Singkatnya, saya dan istri ini masuk pada kelompok Generasi X. (1965-1979), sedangkan anak saya yang pertama masuk pada kelompok Generasi Y (1980-1994). Si bungsu, masuk pada kelompok Generasi Z (1995-2019). Itu artinya, akan ada perbedaan pola pikir dan perilaku antara saya sebagai orangtua, dan kedua anak saya. Siapa yang harus memahami siapa adalah klausa atau isu yang sangat perlu didiskusikan.
Saya masih ingat bahwa kedua orangtua saya adalah Generasi Baby boomers (1944-1964). Bisa jadi lahir sebelum tahun 1944, karena data kelahiran seseorang sungguh tidak valid dan bisa dipercaya dikarenakan situasi perang sehingga mereka semua asal tulis dan mengira-ngira tanggal, bulan dan tahun kelahirannya. Mereka hanya hafal wetonnya saja. Entah itu Kamis Kliwon, Minggu Legi dan seterusnya.
Generasi Baby boomers yang lahir setelah pasca perang dunia kedua, adalah generasi yang lahir pada masa resesi. Tingkat jumlah kelahiran seluruh dunia meledak (boom) sehingga semua berlomba untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan keluarga dalam hal materi dan prospek mendapatkan pekerjaan tetap dalam jangka panjang dengan jaminan fasilitas kesehatan, perumahan dan karir. Salah satu target pekerjaan yang menjadi incaran adalah menjadi pegawai pemerintah (Pegawai negeri).
Itu adalah pekerjaan yang diidamkan oleh mereka yang lahir sebagai Generasi Baby Boomers. Terkadang, disamping menjadi pegawai negeri, mereka juga sebagai pengusaha, petani, peternak, dan pekerjaan lain yang dikerjakan selepas jam kantor. Ingat, jam dinas saat itu hanya dimulai pukul 07.00 sampai dengan 12.30. Setelah itu semua akan pulang, beristirahat dan melakukan pekerjaan lainnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
