Baby Boomers Y Gen X Gen Millenial Gen Z Gen (Part 2)
Baby Boomers ≠ Y Gen × X Gen + Millenial Gen = Z Gen
Part 2#
Status menjadi pegawai negeri, saat itu dianggap tidak terlalu terhormat dan tinggi di masyarakat, namun stabil secara finansial untuk hidup. Jadi jangan heran, orangtua Baby boomers Gen itu menganggap bahwa kesuksesan dan kebahagiaan bisa didapat apabila kebutuhan secara materi sudah sangat berlebih.
Oleh, karena itu, apabila ada orang tua yang berhasil secara ekonomi, mereka akan membuatkan rumah, toko, atau usaha lainnya kepada setiap anak yang mereka miliki. Herannya, mereka juga akan berupaya agar anak mereka bisa menjadi pegawai negeri pula.
Hal itu tidak akan menjadi masalah atau konflik apabila mempunyai anak yang ada di kelompok Generasi X seperti saya, yang hanya manut (patuh) dengan pesan orangtua untuk menjadi pegawai negeri karena saya masih lahir di awal periode generasi itu. Namun, menjadi satu masalah, pada kedua ada saya yang lahir pada irisan masuk Generasi Y.
Dari ulasan di atas, sedikit banyak terkuak, mengapa ada permasalahan pada kasus Kayo dan kedua orangtuanya dalam mendapatkan pemahaman cara pandang menjalani kehidupan ini khususnya dalam hal pekerjaan. Sebetulnya, masih banyak lagi untuk dibahas. Sebut saja pernikahan, cara berpakaian, gaya hidup dan lain sebagainya.
Begitu berada di generasi saya yang masuk pada Generasi X, Ada banyak Conflict of interest di kelompok generasi ini. Di satu sisi, masih patuh pada generasi baby boomers, namun juga mulai mencari sesuatu hal lain yang berbeda. Situasi politik dan keamanan yang stabil membuat cita-cita menjadi pegawai negeri bukan lagi target utama. Justru di X Gen ini, sektor swasta dan bisnis menjadikan satu idola untuk bisa keluar dari zona nyaman mereka.
Bila mendengar seseorang mengatakan “Saya bekerja di satu Proyek di Surabaya” atau “Saya bergerak di shipping (peti kemas) dan ekspor-impor”, pastilah orang lain akan menjadi kagum saat mendengarnya. Mereka punya waktu luang yang banyak untuk menjalankan aktivitas lainnya yang masih bernuansa bisnis juga. Pada era ini, pegawai negeri sudah tertinggal, baik secara kinerja maupun penghasilan. Justru, regulasi yang mengatur disiplin pegawai negeri menjadi lebih diketatkan lagi.
Pola pikir bisnis yang saling mempengaruhi di antara para generasi X, membuat mereka menjadi kreatif dan punya pola pikir (tanpa batas negara, waktu, keadaan). Di era ini, urbanisasi menjadikan satu hal yang tak terbendung dan banyak yang meninggalkan daerah pertanian. Status ekonomi bisnis sebagai tonggak keluarga sangat dominan di generasi ini. Anak di dalam keluarga, dituntut secara keras untuk berhasil dalam pendidikan dan kesuksesan mereka secara ekonomi dalam perolehan materi pula.
Begitu saya punya anak yang lahir tahun 1992, pola pikir saya menjadi berbeda dengannya, termasuk gaya hidupnya. Anak saya masuk dalam generasi Y, atau istilah kerennya Kaum Millenial. Mereka yang ada di generasi Y ini sangatlah unik. Mereka sudah tidak memandang atau memberikan batasan akan lapangan pekerjaan yang akan mereka ciptakan atau dapatkan.
Pada prinsipnya, mereka akan fokus pada jenjang karir dan penghasilan tinggi. Juga, menerima untuk memasuki fakultas apa saja yang mereka sukai di perguruan tinggi, meskipun kelak akan menerima jenis pekerjaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keilmuan yang mereka pelajari selama di bangku kuliah.
Generasi Y ini sangat mendominasi berbagai sektor di seluruh dunia khususnya bidang informatika. Bisa jadi itu karena pengaruh zona nyaman, ekonomi dunia yang mapan, asupan gizi, kesuksesan jabatan dan ekonomi orangtua mereka ,situasi dunia yang kondusif membuat mereka punya waktu fleksibel. Di Y Gen ini, mereka rata-rata gemar membaca buku, manga (komik Jepang), bermain Game online, melakukan riset dan penelitian serta mendalami novel dan sastra.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
