Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PANDORA BOX
freeselfdesigned by canva

PANDORA BOX

Itu adalah istilah yang sering kita dengar di telinga kita sejak masa anak-anak. Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa kita, menjadi Kotak Pandora. Sepertinya benar terjemahannya. Akan tetapi, kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita telah latah dengan ikut men-salahterjemahkan bentuk box (kotak) serta menyebarkan cerita tersebut.

Anda tidak salah saat kata box disebutkan, pikiran imajinasi yang akan membayangkan sebuah wadah yang berbentuk kubus. Sebenarnya, yang dimaksud dengan Pandora box itu aslinya bentuknya justru seperti Guci (Gentong), namun masyarakat sudah terpatri imajinasinya bahwa tempat Pandora adalah kotak kubus seperti peti. Akhirnya istilah itu menjadi Kotak Pandora.

Hal itu sama halnya seperti pada kasus Black Box. Itu adalah alat rekaman dan catatan digital penerbangan sebuah pesawat. Apabila terjadi musibah, untuk mengungkapkan penyebab pesawat itu jatuh, semua akan diketahui dari data yang tersimpan di dalam Black Box tersebut. Kita sering menyebutnya dengan Kotak Hitam (Back box). Di sini tidak akan membahas kotaknya karena memang benar-benar kotak, namun warnanya. Kenapa kita semua menyebutnya kotak hitam? Sesungguhnya, warna dari black box itu adalah orange (oranye).

Terlepas dari istilah salah contoh dua di atas, mari kita fokus pada Pandora itu sendiri. Kisah Pandora itu sebenarnya berasal dari mitos Yunani. Pandora adalah nama seorang wanita yang diberi hadiah oleh Dewa pada hari pernikahannya, yaitu berupa Guci yang indah dan dengan pesan untuk tidak boleh sekalipun membukanya. Tapi, sifat keingintahuan Pandora, seperti halnya sifat para manusia di muka bumi ini, justru mereka membukanya karena rasa penasaran yang tak tertahankan.

Konon, dikisahkan bahwa hidup para manusia itu penuh kenikmatan. Tidak ada satu pun penderitaan yang menimpa. Semua hidupnya hanya untuk bersenang-senang. Musibah dimulai saat gadis cantik jelita yang bernama Pandora membuka kotak atau guci di tangannya. Saat itu pula, keluar lah semua hal-hal yang buruk dan menimpa semua manusia. Itu adalah kematian, penyakit, fitnah, benci, amarah, serakah, dan apa pun semua sifat buruk yang ada.

Pandora sangat menyesali telah membuka kotak atau guci di tangannya, sehingga sampai sekarang, semua manusia yang hidup di muka bumi akan hidup penuh penderitaan. Namun, semua sudah terlambat. Saat terakhir Pandora melihat ke dalam gucinya, masih ada satu sifat buruk yang tidak mampu keluar dari gucinya, dan sifat itu adalah Harapan. Itu lah sifat yang membuat manusia bekerja keras, tangguh dan pantang menyerah dalam mengatasi penderitaannya, karena mereka punya Harapan bahwa kelak semua penderitaan akan lah sirna.

Sudah sifat manusia, saat bergelimang harta, punya jabatan tinggi, dianugerahi otak cerdas, atau banyak lainnya, mereka justru membuka kotak pandoranya sendiri dengan melakukan tindakan korupsi, pembunuhan, terlibat narkoba bahkan kejahatan keji lainnya yang kemudian akan menyesalinya dan penuh harapan untuk memperbaiki diri.

Sahabat!, Jangan lah membuka kotak pandoramu sendiri, Pastikan untuk selalu tertutup selamanya meskipun di dalamnya ada penuh harapan yang terkadang itu pun palsu.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post