Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HUMOR YANG TIDAK LUCU
freecanva by self designef

HUMOR YANG TIDAK LUCU

Rasanya aneh juga saat membaca atau bisa jadi pernah mendengar orang lain mengatakan kalimat seperti judul artikel di atas ini

Kok bisa, ada humor tapi tidak lucu? Saya justru tertawa atau minimal tersenyumlah. Yang namanya humor itu pasti luculah. Jadi jika ada humor yang tidak lucu, itu artinya ada perubahan niat awal dan perilaku akhir.

Maksudnya gimana?

Begini, jika memang berniat menonton film komedi, menghadiri stand up comedy, atau melihat acara dagelan, mestinya penonton ya harus tertawa. Jika tidak lucupun, ya harus tertawa, karena niat dari rumah memang mau tertawa, kan? Artinya, jika tidak tertawa, yang bersalah adalah para penontonnya.

Nah, fenomena yang menarik adalah, saat kita melihat sesuatu yang serius, misalnya, debat para politisi di acara TV, Perkelahian antar supporter sepakbola, Razia pedagang kaki lima, Sidang para wakil rakyat, Perilaku dan kebijakan pejabat dan banyak lainnya justru membuat para pemirsa, penonton atau yang melihat kejadian secara langsung di tempat atau tidak, terpantik gelak tawa riang bahkan terpingkal. Padahal, mereka semua yang ada di kejadian itu tidak berniat untuk membanyol atau memancing gelak tawa orang lain.

Coba renungkan lagi, kenapa kita tidak merasa takut saat menonton film horor? Malahan terpingkal melihat aktor atau aktris pemerannya ketakutan? Juga, saat mendengarkan tausiyah, kenapa kita tidak tertunduk dan merenungkan diri ini ke dalam apa yang disampaikan oleh pak Ustadz?

Anehnya, kita terkadang suka datang ke satu acara pengajian bila yang memberikan materi adalah ustadz yang terkenal karena lucunya. Apapun, fenomena itu tidak salah juga. Masyarakat terkadang mencari tontonan untuk tuntunan, atau memerlukan tuntunan untuk tontonan (hiburan) Bahayanya adalah, terkadang kita memaksakan untuk membuat materi kelucuan dengan cara menfitnah pada orang lain demi menimbulkan gelak tawa.

Semua itu terserah muara niat kita sendiri, toh disadari atau tidak akan tercermin dari perilaku diri kita yang ambigu karena dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, kecerdasan, perasaan empati/simpati dan tingkat ego diri kita.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post