JOKOWI DAN TALI SEPATU
JOKOWI DAN TALI SEPATU
Rasanya sesuatu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata saat kita semua melihat sosok Pak Jokowi yang sedang mengikat tali sepatunya sebelum melangkah ke tempat lain.
Kejadian itu ada di acara resmi di tengah agenda kerja beliau yang sangat padat. Meskipun sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia ini, beliau tidak merasa malu atau sungkan untuk melakukannya sendiri.
Bayangkan saja, beliau seorang raja atau bangsawan, pastilah para pengawal, ajudan ataupun anak buahnya akan segera berebut untuk menalikan sepatunya dengan banyak niat yang berbeda tentunya.
“Eratkan tali sepatu sebelum melangkah jauh” Itulah pesan beliau kepada kita semua di akun Instagram resmi, IG : Jokowi, miliknya. Dari kalimat yang disampaikan beliau, sebenarnya ada pesan penanaman budi pekerti bagus yang bisa kita terima dari kejadian ‘kegiatan menalikan sepatu’ tersebut. Tampaknya memang sederhana, namun pesan yang disampakan sungguhlah sangat luar biasa.
Bila kita mau mencermati, masyarakat seluruh dunia menggambarkan proses menalikan sepatu orang lain itu sebagai hal yang sangat penting dalam kehidupan. Hal itu bisa terwakili saat Anda menyempatkan diri untuk menonton Drama Korea (Drakor). Ambil aja judul, Descendant of The Sun –DOTS yang dibintangi oleg Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Drama yang memperoleh rating tertinggi dan populer di seluruh dunia itu menggunakan image Sosok seorang kekasih yang sedang menalikan tali sepatu pasangannya.
Sebetulnya masih banyak adegan seperti itu di hampir semua drama Korea dengan judul yang berbeda bila kita mau mencermatinya lebih dalam. Kenapa demikian? Kita harus tahu, Kegiatan menalikan tali sepatu orang lain adalah wujud dari salah bentuk kasih sayang, cinta kasih dan pengabdian pada masyarakat sana.
Bagaimana dengan Negara lain? Ambil saja Amerika sebagai contoh. Coba, tontonlah film kemasan Holywood, yaitu “Swordfish” yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicholas Cage. Ada adegan dimana seorang kakak yang meskipun seorang penjahat, dia menalikan tali sepatu adiknya yang dibiarkan terurai. Dia tidak ingin adiknya celaka gara-gara tali sepatu saat berjalan atau berlari. Bisa ditebak, adiknya ternyata memang tewas gara-gara kesembronoannya dengan menginjak tali sepatunya sendiri yang dibiarkan terurai
Sebagai seorang guru, saya sendiri juga merasa jengkel karena sering mendapati banyak murid dengan tali sepatu terurai dan berjalan kesana kemari bahkan berlari di lingkungan sekolah. Beberapa kali saya harus menghentikan mereka dan memintanya untuk mengikat tali sepatunya terlebih dulu. Saya tidak ingin mereka celaka dan jatuh gara-gara kecerobohannya.
Jadi jelas bahwa pesan lain yang disampaikan bapak Jokowi kepada kita adalah, sebelum berjalan, yaitu melakukan banyak aktivitas pekerjaan demi kehidupan ini, siapkan alas kaki dan ikatlah kuat sebelum berdiri agar kita semua tidak jatuh. Filosofi itu harus diterapkan pada semua kehidupan mulai dari pekerjaan, pelayanan, pengabdian dan kesiapan diri dalam menyongsong masa depan.
Bagaimana dengan kita sendiri dalam proses menalikan sepatu? Jangan-jangan kita jarang mengekspresikan rasa sayang, cinta kasih, kepedulian dan pengabdian pada keluarga atau orang lain, ya? Ah, pasti bisa ditebak, Kita semua, saat ini sering memilih sepatu yang tidak bertali, kan?
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
