Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru Terkaya yang Tidak 'Crazy Rich'
selffreedesigned by canva

Guru Terkaya yang Tidak 'Crazy Rich'

Artikel ini bukan dongeng atau cerita isapan jempol, tetapi memang benar ada seorang guru yang bisa jadi dikatakan terkaya di dunia. Mau tahu? Harta kekayaannya mencapai nilai lebih dari 1, 6 Triliun Rupiah sesuai yang telah dilaporkan secara resmi pada negara tentang harta kekayaan seorang pejabat atau Aparatur Sipil Negara.

Beliau bestatus seorang guru, pegawai negeri sipil dan sekarang menjabat sebagai kepala SMK di Tangerang, Indonesia. Meskipun kaya raya, beliau hidup dengan penuh kesederhanaan tanpa berusaha menjadi seorang guru yang crazy rich ( Suka pamer kemewahan ).

Sebelum dilanjutkan, saya yakin Anda masih ingat akan kasus yang menimpa dua anak muda yang crazy rich? Ya, sekarang, mereka berdua sedang ditangkap dan menjalani pemeriksaan terkait kasus Investasi Trading Binomo atau sejenis lainnya karena bisnis jual beli bitcoin atau uang digital (Crypto) selama ini ternyata ilegal dan dinggap judi.

Mau tidak mau, aset mereka berupa harta bergerak maupun uang tunai lebih dari ratusan milyar rupiah yang diperoleh dari hasil tipu menipu, akhirnya disita oleh polisi sebagai barang bukti. Nasib dua orang crazy rich yang gemar pamer kemewahan di media sosial ternyata hanya fatamorgana untuk menipu masyarakat.

Jam tangan senilai 7 miliyar, mobil, intan berlian, rumah dan aset lainnya sekarang sirna dari tangan mereka. Masyarakat yang menjadi korban sudah tak terhitung jumlahnya seperti yang dilangsir oleh Bisnis.Com.

Sekarang, siapa sih, guru terkaya yang bisa jadi, terkaya di dunia ini dalam artikel ini? Beliau bernama Nurhali yang mengawali karir sebagai guru swasta di awal tahun 1991 dan kemudian menjadi guru pegawai negeri. Jabatan terakhir sebelum memasuki pensiun di tahun 2023 adalah kepala SMK di Tangerang.

Pertanyaan yang mengusik masyarakat pada umumnya, seperti halnya saya, Kenapa dengan kekayaan triliunan rupiah seperti itu, beliau masih mau menjadi guru? Semua tahu, guru yang meskipun dianggap satu profesi tinggi, masihlah belum mendapatkan penghormatan yang layak dengan penghasilan yang menjanjikan pula.

Lha, kenapa Pak Nurhali mau? Pastilah kata Pengabdian menjadikan satu pengorbanan dan motivasi tersendiri bagi beliau demi majunya pendidikan Indonesia untuk menjadi lebih hebat. Biasanya nih, orang menjadi pejabat terlebih dulu, baru menjadi kaya. Coba, renungkan, berapa jumlah lonjakan dalam jarak tahun yang sama pada harta yang diperoleh sebelum dan setelah menjadi pejabat? Sudah menjadi rahasia umum, kan?

Jangan salah sangka dulu. Kebalikannya, saat bergelimang harta, orang butuh pengakuan berupa kekuasaan yang dalam hal ini menjadi seorang pejabat. Mereka berposisi kaya dulu, baru kemudian menjadi pejabat. Itu semua jadi rebutan meskipun banyak yang berakhir menjadi pesakitan di pengadilan karena kasus korupsi.

Saya yang berprofesi sebagai guru biasa dan pegawai negeri, tidak berani membayangkan, bahkan berfikir lebih dalam bila mempunyai harta sebanyak 1 Trilyun Rupiah. Saya pasti akan bingung mau saya apakan uang atau harta sebanyak itu. Mungkin, Allah SWT memberi saya rezeki seperti yang saat ini adalah suatu anugerah dan wajib untuk selalu disyukuri.

Tinggal di perumahan tipe RS ( Rumah Sederhana), gaji yang tidak pernah utuh karena dipotong Bank untuk mencicil rumah, masih terlilit hutang koperasi simpan pinjam sekolah demi pendidikan tinggi anak dan jenjang karir yang macet adalah hal yang sudah tertulis di dalam Lauful Mahfuh diri saya.

Hal yang terpenting dan wajib diketahui bahwa penghasilan yang kita terima itu haruslah kristalisasi keringat, barrokah, dan halalan thoyibban. Takutnya, bila saya punya uang 1 Triliun Rupiah lebih, jangan-jangan, saya malah neko-neko (aneh-aneh), kawin lagi, misalnya. Ahh, disyukuri ajalah setidak adanya ini! Bisa-bisa, untuk saya, Rich nggak didapat, eh malah tertimpa Crazy-nya nanti.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post