Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru Yang Bodoh atau Yang Bodoh Guru
selfdesigned by canva

Guru Yang Bodoh atau Yang Bodoh Guru

Guru Yang Bodoh atau Yang Bodoh Guru

Jika Anda cermati kedua kalimat sebagai judul dari artikel ringan ini, sepertinya artinya sama.

Jika itu yang ada dalam pikiran Anda, artinya Anda benar. Namun, apabila ditanya apakah kedua kalimat tersebut maknanya sama? Jawabannya tentu saja berbeda. Arti boleh sama, tetapi maknanya tentu saja tidak akan sama.

Permasalahan multi dimensi yang muncul di seluruh lapisan masyarakat kita dipicu oleh dua hal. Yang pertama adalah kemampuan pola pikir kognitif yang rentang perbedaannya terlalu jauh dari masing-masing individu dengan banyak faktor sebagai penyebabnya. Mulai dari tingkat kecerdasan, tingkat pendidikan, asupan gizi, pengalaman berinteraksi, kemampuan berliterasi, dan masih banyak lagi tentunya.

Sedangkan, hal yang kedua mencakup kepribadian, karakter, kedaerahan, suku atau ras, perbedaan budaya, diksi dan lingua franca yang diucapkan. Permasalahan tidak akan muncul atau bila dalam atmosfir masyarakat yang homogen.

Satu aspek pertama di atas atau hal pemicu gesekkan adalah saat bertemu dengan satu hal lainnya di aspek kedua. Itu disebut tingkat terendah pemahaman kita akan arti kalimat, sedangkan mereka yang tertinggi akan selalu memaknai kalimat baik yang diucapkan maupun yang ditulis. Jadi bukan makna mengikuti kalimat, melainkan kalimat yang mengikuti makna.

Contoh dalam kalimat Guru yang bodoh, bukanlah benar-benar bermakna individu guru yang tidak tahu, paham, bisa akan pengetahuan dan keterampilan lainnya. Sebodoh-bodohnya guru tetaplah disebut insan yang pandai. Bila dibandingkan dengan murid-muridnya, guru yang terbodohpun tetaplah lebih pandai, kan? Kesalahan apapun yang tahu akan konsekuensinya dan mestinya tidak terjadi tetaplah bisa dianggap bermakna kebodohan bila dilakukan oleh guru.

Bagaimana dengan contoh kalimat Yang Bodoh Guru? Wah, tinggal Anda sendiri, ingin mengulasnya melalui arti atau maknanya? Bila dari sisi arti, jelas ditangkap mengarah pada satu profesi. Jika dicontohkan kalimat serupa, misalnya, Yang Gagah Tentara, Yang Cantik Pramugari, Yang Ramah Perawat dan lainnya.

Maaf, kalimat penyebutan profesi tersebut di atas bukan untuk saling membandingkan atau bersifat hegemony, namun hanya sebagai contoh kasus penjelasan. Penggunaan kalimat tersebut di atas sering ada dalam buku pelajaran untuk anak didik kita dan akan mempengaruhi kepribadian, pola pikir dan perilaku mereka kelak saat berada di masyarakat.

Dalam final report saya saat menempuh studi di Universitas Nagasaki, tahun 1998. The influence of power and ideology, adalah variabel dasar yang saya pilih untuk mencari dampak pada dua variabel bebas, terikat dan tetap berikutnya yang berhubungan dengan pemilihan kata ( diksi) dan kalimat dalam buku pelajaran bahasa Inggris di dalam penelitian saya.

Hal itu sama jika ada contoh kalimat Saya sudah kehabisan uang menjelang hari raya ini. Anda pasti paham, mana yang arti dan mana yang makna. Kata kehabisan uang, bisa jadi memang tidak punya uang, tidak cukup uang, masih punya uang sampai hari raya tiba. Coba dicermati, kata kunci saya di situ, berbeda dengan Anda atau mereka sebagai perbandingan contoh. Tingkat perbedaan dari kata tidak punya atau kehabisan uang antara saya, Anda, atau mereka, itu sangat jelas masuk ranah makna.

Jika saya tidak punya uang dan bandingkan dengan kalimat, Yusuf Hamka, Juragan Tol Indonesia, tidak punya uang. Nah, paham, kan? Sekayanya saya, ya tetap dianggap miskin, sedangkan, tidak punyanya uang selevel Yusuf Hamka, tetaplah ada trilyunan rupiah di rekeningnya. Coba, Anda cari kalimat lain sebagai contoh untuk membedakan arti dan makna dari setiap kalimat. Misalnya, Minyak goreng lenyap di setiap pasar. THR akan cair 10 hari sebelum lebaran dan seterusnya.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post