Neraka yang berada di Surga
Rasanya jengah juga membahas keberadaan Surga yang (nyatanya) ada di Neraka. Anda pasti akan berimajinasi tak terbatas dengan topik bahasan dalam artikel ini. Untuk itu, perlu adanya pembatasan ruang lingkup diskusi ini.
Surga yang dimaksud di sini, pastilah tempat yang diinginkan oleh semua orang. Banyak kenyamanan, keindahan, kebahagiaan dan kenikmatan yang ditawarkan. Bila istilah itu diletakkan di bumi, bisa saja pada semua aspek kehidupan mulai dari pekerjaan, pendidikan, dan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kita.
Sebaliknya, jika kesusahan, kesedihan, penderitaan, kegagalan dan kesulitan yang ada muncul pada kita, istilah Neraka digunakan untuk memberikan nuansa kesengsaraan perjalanan hidup kita para manusia.
Satu analogi sebagai case study, Saya, sebagai guru yang hidup di dunia pendidikan, rasanya benar-benar hidup di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan kemudahan. Bayangkan saja, pekerjaan yang dianggap priyayi ( white collar job) oleh banyak orang dengan gaji dan tunjangan yang dianggap cukup besar serta banyak waktu luang untuk wisata, keluarga dan bersenang-senang. Pekerjaan yang sering menimbulkan iri pada para profesional di jenis pekerjaan lainnya.
Tanpa disadari, kehidupan dan pekerjaan seperti di surga itu telah membuat neraka pada diri ini. Lalai untuk bersyukur kepada Allah SWT. Parahnya, melakukan banyak manipulasi, kemalasan dan kecurangan diri dalam mengemban amanah di pekerjaan yang seharusnya membawa saya ke surga. Betapa ruginya diri ini telah berusaha membuka jalan ke neraka yang padahal saya hidup di surga pendidikan. Tidak pandai bersyukur, tidak iklhas mendidik dan mengajar, mengabaikan anak didik adalah contoh perilaku kehidupan neraka yang memang kita ciptakan sendiri.
Sebetulnya masih banyak surga kehidupan lainnya yang kita tinggali, namun tanpa disadari dan sudah menjadi sifat manusia, selalu ingin tahu kehidupan di neraka. Katakanlah, kita semua diberikan surga jabatan terhormat, kemewahan harta berlimpah, keluarga bahagia yang sempurna, pendidikan tinggi, ilmu dunia dan agama, akan tetapi menghilangkan perilaku qonaah dan amanah dalam menjalankannya. Itulah sejatinya mengerjakan perbuatan di jalan neraka saat berada di surga. Kurang pandai bersyukur adalah pemicu utamanya.
Semua itu bisa terjadi pada siapa saja. Coba cermati, betapa banyak anak-anak yang diterima di sekolah favorit, terkenal atau terbaik karena kemudahan surga zonasi, namun semua disia-siakan tanpa mau berusaha belajar lebih giat. Belum lagi kemewahan fasilitas KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam penilaian.
Jadi ingat pepatah orang bijak, "Memang baik menjadi orang penting, namun lebih penting jadilah orang baik". Sudahlah!, Bisa melebar kemana-mana diskusi ini nantinya. Yang pasti easy come easy go pada akhirnya itu benar adanya.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
