Gaya Mengajar Tidak Bisa Diajarkan pada Calon Guru
Aneh juga ya?! Mengapa gaya mengajar seorang guru itu tidak bisa diajarkan kepada calon guru atau bahkan kepada guru lainnya? Pernahkah Anda menjadi guru pamong yang mendampingi para mahasiswa keguruan yang sedang praktik mengajar di sekolah? Meskipun akhir-akhir sudah jarang ada calon guru yang ikut praktik mengajar di sekolah karena pandemi Covid-19 atau hal lainnya.
Banyak orang yang tidak tahu, sebenarnya mengajar di kelas itu adalah kombinasi antara Science dan Art. Orang bertipe Eksak itu kaku, sedangkan orang Seni itu luwes. Namun, bagi setiap guru atau dosen, hebatnya mereka mempunyai dua (2) hal itu. Nah, itulah mengapa. tidak semua orang bisa mengajar meski mereka telah menjadi guru sekalipun.
Beberapa pakar pendidikan berpendapat bahwa dalam menyiapkan seorang calon guru, Institusi keguruan pastilah akan membekali para mahasiswanya sebagai calon guru di lembaganya dengan materi dan kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana praktik mengajar di kelas.
Di sini, calon guru diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan praktik mengajar (Micro teaching) selama kurang lebih 3-4 bulan di beberapa sekolah negeri atau swasta. Calon guru yang masih berstatus mahasiswa, selama masa praktik mengajar dengan didampingi guru pamong, akan merasakan bahwa dirinya kelak setelah lulus akan menjadi seorang guru atau tidak. Itu sudah bisa dirasakan saat itu.
Dia menemukan kenikmatan dalam mengajar apa tidak, punya panggilan hati untuk menjadi guru, penuh kebahagiaan hati yang didapat dengan mengajar atau justru merasakan telah mendapat kebalikkannya, yang tahu semua itu adalah diri mereka sendiri.
Mengajar dari salah satu kegiatan profesi seorang guru atau dosen, itu bisa dikatakan pekerjaan termudah, namun bisa jadi juga menjadikan satu pekerjaan yang tersulit di dunia ini. Satu profesi yang berhadapan langsung dengan proses pembentukan konigtif, psikomotik dan afektif anak manusia. Hasil keberhasilan proses mengajar akan diketahui setelah 10 sampai dengan 20 tahun ke depannya.
Gaya mengajar itu (tidak) bisa dipelajari atau diajarkan. Gaya mengajar merupakan ciri khas dari setiap guru. Namun, tidak dipungkiri bahwa gaya mengajar seorang guru itu dipengaruhi oleh para guru atau dosen yang menjadi panutan, sumber inspirasi atau motivasi. Bisa jadi mereka secara sub-concious meniru dari guru dan dosennya semasa sekolah/ kuliah dulu. Kebiasaan gaya mengajar yang dilakukan lambat laun akan menjadikan 'milik' dari gaya mengajar pada calon guru tersebut.
Sedangkan model mengajar yang dipilih dari sekitar 65 jenis bisa dipelajari oleh calon guru. Satu model mengajar yang dipilih dan ditentukan oleh guru disebut metode mengajar. Bila digabungkan secara teori pendidikan, artinya membahas teknik mengajar yang berlandaskan pada tujuan mengajar dengan mempertimbangkan pendekatan pendidikan (Teaching Approaches) yang digunakan sebelum mengajar.
Bandingkan dengan Cara mengajar. Semua akan menjadi lebih kompleks karena faktor kepribadian guru ( tipe humoris, pendiam, motivator, penceramah, linguist, seni, atau tipe kinestetik) juga menentukan seseorang bisa mengajar dan pantas disebut sebagai guru. Semua hal di atas bisa dipelajari dan diajarkan pada orang lain bila mereka berminat menjadi calon guru, kecuali satu hal, yaitu gaya mengajar.
Saat ini, setelah melihat gaya mengajar guru mereka masing-masing, masihkah ada anak didik kita yang berminat menjadi guru yang tidak hanya mengajar, namun juga mendidik bagi para generasi muda bangsa di zaman milenial ini?
Salam Literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
