Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Rasyid Ridho., Tim FILSOPIN, GYS Singapura Asean 2022
dokpri

Catatan Rasyid Ridho., Tim FILSOPIN, GYS Singapura Asean 2022

Siapakah siswa tampan selanjutnya yang seperti orang hilang di foto tersebut di atas? Apakah ada yang mengenalnya?. Mari kita mengenal nya bersama.

Siswa tampan ini bernama RASYID RIDHO AL BAKHRI , bisa di panggil Al. Tapi sebagian orang memanggilnya sebagai “Pengabdi Popmie”. Kenapa ia dianugerahi panggilan tersebut? Karena menurut dia, popmie-lah yang menyelamatkan nya semasa di negeri orang. Siswa tampan ini masih menduduki bangku sekolah SMA kelas 11 di SMA Negeri 1 Magetan.

Siapa sangka, siswa yang dipanggil pengabdi popmie ini pernah melakukan hal diluar nalar. Beberapa waktu lalu, dia bersama beberapa orang dari sekolahnya berangkat ke Singapura untuk mengikuti sebuah perlombaan, yaitu Global Youth Summit 2022. Dari sekolahnya ada 4 tim yang bertanding dan salah satu dari keempatnya adalah tim FILSOPIN yang merupakan tim siswa tampan ini.

Hari-hari sebelum keberangkatan mulai terlewati. Seperti mempersiapkan presentasi, membuat projek, membuat paspor, latihan menari, dan lain sebagainya. Namun dibalik itu semua pasti ada kegagalan dan kita harus mengulang demi mencapai keberhasilan. Di segmen tari, kita sering melakukan kesalahan sehingga pelatih kita sudah mulai lelah melatih kita. Di segmen presentasi, pak Eko lebih sering memperbaiki pronounciation kata per kata kita dan mengutak atik intonasi presentasi kita. Di segmen projek, kita lebih sering mendapatkan apes, yaitu kita membutuhkan percobaan berulang kali agar berhasil dan juga projek kita ini ada 2 alat dan pasti nya membutuhkan waktu yang lama untuk mematangkan dan menjadikan satu projek kita.

Dihari keberangkatan ia sempat tidak percaya dengan apa yang telah terjadi hari itu sebelumnya ia tak pernah berfifkir untuk keluar negeri di usia semuda itu tapi Allah memberinya kesempatan luar biasa dan ia juga merasa gugup karena takut kalau terjadi apa apa. Hari pertama di Singapura suram, ia sudah menghabiskan sekitar tujuh puluh ribu rupiah hanya untuk sekali makan malam bersama teman teman nya, ia merenung dan berpikir bagaimana caranya agar bisa makan tanpa memikirkan beban, tapi itu dianggap berlalu saja karena itu termasuk kebodohan dia sendiri karena tidak menanyakan harga nya terlebih dahulu. Hari pertama di malam hari, ia harus meladeni 3 orang untuk latihan presentasi, dia harus memikirkan kata apa saja yang perlu disampaikan oleh rekan rekannya saat presentasi, dan itu sangat membuatnya pasrah.

Besoknya saat presentasi di mulai seluruh tubuhnya terasa gugup tapi tidak apa. Saat presentasi juga berjalan lancar untungnya walaupun tangan nya sedikit bergetar saat memegang mic. Selesai presentasi rasanya sangat lega dan plong katanya. Saat penentuan yang masik final tim FILSOPIN tidak disebutkan, ada perasaan sedih tapi apa daya. Pak Eko selalu memberi support untuk timnya. Tim FILSOPIN tidak menang mungkin karena tidak menunjukkan alat projectnya kepada dewan juri, tapi tak apa.

Namanya juga kompetisi. Banyak evaluasi saat kita melakukan presentasi, seperti halnya bertanya dahulu kepada rekan saat sesi tanya jawab, pronounciation yang kurang tepat, bahasa Inggris yang kurang lancar, dan intonasi yang kurang baik untuk didengar. Di malam hari selesai presentasi, kita berjalan jalan ke Clark Quay dan Merlion Park tanpa pengawasan pak Eko. Kita menuju ke dua tempat tersebut dengan menggunakan bis umum. Saat tiba di Clark Quay, kita mampir ke salah satu mall untuk makan malam. Selesai makan malam, kita berjalan untuk menuju ke Merlion Park karena jaraknya terbilang cukup terjangkau untuk ditempuh, sekalian kita hunting foto untuk kenangan seraya jalan.

Ternyata sebelum tiba di Merlion Park, Langit mendadak cerah di malam hari, terlihat semburat abu abu menyelimuti Clark Quay. Selang beberapa menit, terdengar gemuruh petir menyambar dan terlihat semburat kilat di langit, dan turunlah setetes demi setetes air hujan. Setelah hujan gerimis turun, kita bergegas menuju ke bawah jembatan Merlion Park untuk berteduh dan kita sempatkan sekian detik untuk mengambil gambar patung singa yang menjadi ikon negara Singapura.

Hari ketiga dan keempat berjalan jalan keliling Singapura dengan menggunakan MRT sebagai transportasi selama keliling di Singapura. Stasiun MRT yang kita tuju adalah stasiun paya lebar, stasiun tersebut dekat dengan hotel tempat kita menginap. Hari ketiga kita menuju kota Orchard, kota dimana orang orang bisa bebas berbelanja semua mereka. Saat sudah sore kita lanjut ke kampung Bugis, tempat dimana surganya oleh oleh Singapura, kita disini kalap sekali membeli oleh oleh untuk keluarga kita dan teman teman kita.

Hari keempat kita pergi ke Garden by the bay hingga siang hari. Setelah itu, kita pergi ke cloudy forest yang masih menjadi bagian dari garden by the bay. Setelah dari cloudy forest, kita dipecah menjadi beberapa kelompok untuk pergi ke destinasi selanjutnya, dan kita memiliki untuk ke Orchard lagi.

Setelah dari Orchard, kita berinisiatif untuk mencari makan di restoran fast food ternama, dan inilah awal mula 'bencana kecil’ kami. Salah satu teman kita yang berasal dari United State mencoba untuk menjadi sok tahu dengan menjadi navigator menuju restoran, namun kita malah dibuat semakin jauh dari titik kumpul semula. Setelah kita menyadari bahwa kita semakin jauh, kita berinisiatif untuk mencari stasiun MRT terdekat untuk kembali ke titik kumpul semula dan akhirnya kita bisa kembali ke titik kumpul semula.

Setelah kita melewati ‘bencana kecil’ tersebut, pada malam hari nya kita pergi ke Merlion Park lagi untuk mengambil foto lebih banyak dan menikmati malam terakhir di Singapura. Kita pergi kesana menggunakan MRT dan pulangnya menggunakan ojek online karena sudah tidak ada MRT yang lewat pada jam tersebut.

Hari terakhir di Singapura kita sudah harus check out pada pukul 8 pagi dan sudah harus naik Bus menuju bandara Changi pada pukul 9 pagi. Setelah melewati proses check in di bandara kita masih harus menghadapi ‘bencana kecil’ lagi. Properti tari kita tidak bisa masuk koper dikarenakan mengandung unsur senjata, maka dari itu kita harus merancang ulang properti tari kita sebisa mungkin agar bisa masuk pesawat.

Tidak itu saja, kita masih ada agenda untuk mengambil foto di Jewel, changi airport dan kita harus berlari lari untuk kesana dan kembali lagi ke tempat check in. 5 menit tersisa saat kita sampai di tempat pengecekan barang dan kita akhirnya bisa masuk tepat waktu ke pesawat walaupun dengan keadaan tangan harus memegangi celana agar tidak jatuh karena sabuk harus dilepas saat di tempat pengecekan barang. Dan itulah lika liku perjalanan siswa tampan ini..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post