Apin dan Kisah Serunya dari GYS Singapura 2022
Berikut ini, mari kita ikuti kisah Apin. siswa Islamic International School, Magetan.Kisah yang asyik untuk dibaca.
Meraih juara 2 kompetisi Global Youth Summit. Siapa yang menyangka? Itulah yang saya rasakan saat mendapati pengalaman yang tak akan pernah terlupakan ini. 'Kekurang beruntungan' saya dan tim saya di kompetisi inotek 2022 berhasil membuat kami tertawa sembari berteriak "NT NT NT". Nice try, which mean you should try again.
Bagi 11 muda-mudi SMA, beberapa hari sebelum keberangkatan, Kita benar-benar di aduk-aduk oleh segala permasalahan yang ada. Kita adalah Pelajar SMA yang secara tiba-tiba menjelma menjadi anak SMK.
Alhasil rangkaian meledup, tangan full luka karena alat solder, kesetrum, jari tergerindra dan lain sebagainya. Tak hanya itu kita juga didampingi oleh tekanan mental karena alat belum selesai, presentasi belum siap, performance belum matang, sementara jarum jam terus berputar arogan. Namun dengan tubuh yang sehat dan komitmen yang kuat kita bisa menyelesaikan semua masalah dengan bersenang hati.
Pada hari keberangkatan, saya pamit dengan orang tua via 'vicall'. Setelah iti, berangkat bersama inovator muda SMA dengan bus menuju bandara Juanda Surabaya, lalu terbang menuju Changi airport Singapore.
Akhirnya, sepatu saya mendarat di karpet bandara Changi pukul 11 malam. Hal pertama yang saya lakukan adalah menarik-narik daun telinga sembari tolah-toleh karena jet lag dan perbedaan tekanan udara dalam pesawat.
Rombongan kita dijemput dan diarahkan menuju hotel untuk beristirahat. Tapi sebelumnya, kita mengisi perut yang kosong terlebih dahulu. Lokasinya tidak jauh dari hotel untuk menuju kedai Babang Husain.
Masakan di sini ternyata lebih condong ke manis jika rasakan dengan lidah 'blendrang' saya. Perpaduan rasa yang asing dan unik tapi bikin ketagihan juga. Malam itu saya mampu melahap satu posi nasi lemak, setengah porsi nasi briyani milik teman saya, dan segelas teh tarik. Perut kenyang, pikiran tenang, hati riang adalah waktu yang tepat untuk merebahkan diri di atas kasur dengan posisi terlentang
Di pagi pertama,saya segera bangun pagi, mandi, dan langsung berjalan mencari makan lagi untuk sarapan. Tempatnya tidak jauh dari hotel, tinggal jalan dikit sudah sampai. Saya makan sambel goreng tahu waktu itu. Warnanya kuning dan rasanya manis ala timur tengah yang rasa rempah-rempahnya kenceng banget.
Porsi makanan di Singapura tidak sama dengan Indonesia. Butuh 2 orang untuk mendapatkan porsi yang pas. Setelah kenyang bergegaslah kita menuju hotel lagi untuk berganti pakaian dan berangkat menuju lokasi acara.
Kita diperkenalkan dengan apa itu istilah 'GYS', 'SDG', dan peran-peran penting kita yang semestinya kepada lingkungan. Disana kita juga diarahkan tentang bagaimana kompetisi ini berjalan, dan diberi tips untuk sesi presentasi tentunya.
Sepulang dari sana, kita berkumpul di kamar 303 untuk mendiskusikan strategi di presentasi dalam waktu 3 menit, mengubah powerpoint kita, meyakinkan satu sama lain dan berdoa sekeras-kerasnya agar hari esok dapat berjalan dengan lancar.
Hari kedua. Pagi itu, Kak Asman membawakan kami sekantong plastik berisi sandwich dan onigiri hangat sebagai sarapan kita. Setelah itu, kita langsung bergegas berangkat ke lokasi acara.
Kompetisi berlangsung dengan serius. Masing-masing tim memaparkan inovasinya dengan sangat baik dan membuat saya ketar-ketir. Namun, teman-teman dan guru saya meyakinkan bahwa saya pasti mampu.
Kita sudah mempelajari bagaimana cara prestasi yang baik, apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat presentasi dengan memerhatikan para peserta sebelumnya.
Hasilnya, Tim kami lolos menuju babak final. Kaget? Jelaslah! Siapa yang menyangka juga? Jadi lanjutlah kita berpresentasi sebagai finalis, dengan waktu lebih lama 2 menit.
Pengumuman pemenang kembali disampaikan dengan dimulai dari juara 6. Sampailah 2 tim tersisa, tim saya (Magic) dan 1 tim lagi dari Kamboja. Itu berarti perebutan juara 1 dan 2. Saat di umumkan ternyata. pemenangnya adalah tim dari Kamboja. Kami tetap bersorak dan tertawa kencang lepas dan sangat kencang. Tertawa tanpa mengucap 'NT' lagi.
Malam di hari kedua. Kamar 303 diisi oleh sekumpulan orang-orang yang kelelahan. Namun senyuman bahagia masih terpancar di tiap-tiap wajah mereka. Kami merayakan kemenangan itu dengan ber-beres-beres, beli mi instan di Seven Eleven dan mengistitahatkan pikiran serta otot-otot tubuh untuk agenda esok harinya.
Hari ketiga mau ngapain? Akhirnya, kita pergi ke semacam festival para kaula muda. Di sana ada banyak stand, ada tempat parkour, ada tempat karya seni dan banyak lagi. Tapi, yang paling diingat di hari ketiga itu adalah kita pergi ke Sentosa island. Bertamasyaria di sana mulai dari gulung-gulung di lapangan rumput sampai drngan mengejar sunset di pantai. Berfoto ria sampai memori handphone jadi full.
Di hari yang keempat. Kita tour ke tempat yang tidak pernah saya lupakan, yaitu Garden by the bay. Tempat yang sangat sejuk, penuh tanaman hijau, dan banyak hal yang membuat saya takjub. Hari ke empat adalah hari terfavorit saya. Walaupun kita belum bisa mengunjungi Merlion tapi saya sangat senang dapat melihat hal-hal yang tidak umum bagi saya.
Singapura selalu membuat saya takjub di setiap kedipan mata, mulai dari melihat bagaimana cara mereka makan, cara mereka berjalan, cara mereka menaiki MRT, cara mereka menyambut saat solat Jum'at, cara membeli, cara mereka menegor dan menghargai orang lain.
Hari terberat bagi kami adalah hari kepulangan ke tanah air. Dihari itu kita berkemas, berfoto dan saling memberi hadiah sebagai kenang-kenangan. Menuju ke bandara disertai tangisan langit yang seirama dengan suasana hati. Sungguh sedih dan enggan untuk pulang.
Namun kita harus tetap pulang menuju tempat yang disebut rumah dan kembali berjuang. Yaitu, belajar demi masa depan.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
