Dyaz dan Pengalaman Takut Terbangnya dengan Pesawat ke GYS Singapura. Bag.1
Bagian 1. Ini adalah cerita saat aku berhasil membanggakan nama sekolah untuk pertama kalinya.
Berawal dari lomba Inotek yang aku ikuti di kabupaten Magetan. Namun sayang, kami belum beruntung di kompetisi tersebut. Sedih sih, tapi mau gimana lagi.
Sungguh rezeki tak dapat diduga, aku dan teman teman mendapat kesempatan yang lebih baik di kompetisi kancah internasional yaitu Global Youth Summit di Singapura.
Persiapanku dan juga para teman lainnya, terbilang cukup singkat. Kami hanya punya beberapa hari untuk menyiapkan prototype project, presentasi dan juga performance. Itupun terpotong juga dengan menyiapkan dokumen untuk ke luar negeri sepeeti paspor, sertifikat vaksin kesehatan dan berkas lainnya.
Namun dengan waktu yang singkat itu, Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan semua itu walaupun jatuh bangun karena kurang istirahat. Oh iya ini adalah akan menjadi pengalaman kali pertamaku naik pesawat dan kali pertama pula, aku menjelajahi luar jawa bahkan ke luar negeri.
Singkatnya, jami berangkat menuju bandara Juanda dengan menggunakan bis kecil bersama teman teman dari Smasa Magetan, namun aku harus berjuang melawan rasa lelah saat perjalanan menuju Juanda dikarenakan aku harus berdiri dari Magetan hingga Mojokerto.
Bagaimana tidak, jumlah kopor dengsn ukuran besar yang tidak diantisipasi akhirnya harus masuk ke dalam bus dan memenuhi kursi. Sungguh melelahkan sekalu namun hal itu tida menjadi masalah bagiku.
Setibanya di bandara, aku berjumpa dengan kelargaku yang sudah menunggu di sana. Mereka datang ke bandara hanya untuk memberi motivasi dan juga menyemangati. Momen itu, aku pergunakan untuk mengajak rekan rekan rekan beserta guru pendamping untuk berfoto bersama.
Tiba waktunya kami untuk menuju boarding pass untuk check-in. Perasaan grogi dan sedikit panik menjalar dalam tubuhku, terutama saat masuk di bagian imigrasi. Maklumlah, karena aku baru pertama kali naik pesawat.
Ternyata saat aku masuk ke dalam pesawat, Perasaan takut itu masih ada. Terlebih, lebih kaget waktu pesawat mulai take off. Rasannya ada yang mencengkeram leherku.
Teman-temanku se rombongan tidak tahu, karena aku selalu ingat bahwa dalam perjalanan berangkat dan pulang pun, aku selalu duduk sendiri, bukan dengan teman yang aku kenal dari Islamic International School-IIS, Magetan.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya kita sampai juga di bandara tersibuk di Asia tenggara yaitu Changi Airport, Singapura. Rasanya masih belum percaya bisa sampe Singapura.
Singkat cerita rombongan kita di arahkan untuk meletakkan barang-barang di hotel yang berada persis di seberang jalan dariVenue acara GYS.
Setelah merapikan barang-barang kita di hotel. kita semua menuju tempat makan yang bernuansa islami yaitu kedai halal yang tak jauh dari hotel.
Entah nama tempatnya apa, saya lupa ini, namun di situlah untuk pertama kalinya makan nasi lemak dengan porsi yang luar biasa besarnya. Rasanya cukup unik dan enak juga namun tetap masakan Indonesia lah yang nomero uno.
Cuaca dan suhu di Singapura, kurang lebih sama seperti di Indonesia. Jadi kita bisa cepat beradaptasi. Di Event GYS ASEAN 2022 ini, aku mendapat banyak teman dari negara-negara lain. Salah satunya adalah Ryan, yaitu seorang guide yang mendampintiku selama rangkaian acara GYS.
Ryan itu orangnya baik dan dermawan. Dia adalah salah satu dari beberapa volunteer dari Temasek Polythecnic yang ikut membantu suksesnya acara GYS. Ryan ternyata lahir di Indonesia tepatnya di Yogyakarta, tapi warga negara Singapura.
Selain Ryan, aku juga sudah mengenal akrab para volunteer lainnya. Mereka adalah Hector, Habri, Robin dan masih banyak lagi.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
