Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Zelyta, Gadis Jelita yang Berkorban Demi Paskibraka
selfdesignedbyfreecanva.com

Zelyta, Gadis Jelita yang Berkorban Demi Paskibraka

Panas merupakan suatu kata yang sangat dibenci oleh seorang gadis yang bernama Zelyta. Tetapi pada bulan Maret , dara jelita ini berani mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyamannya demi mengikuti seleksi paskibra tingkat sekolah.

Pada saat mendengar kata “Paskibra” yang terpikir di benaknya adalah berpanas panasan, tetapi ia ingin mencoba hal yang sebelumnya belum pernah ia coba. Di hari berikutnya Zelyta lolos tahap 1 yaitu seleksi tinggi dan berat badan dan dilanjutkan seleksi aturan dasar berbaris dasar. Namun sayangnya saat itu Zelyta tidak termasuk dalam siswa yang dikirim ke kabupaten dan dinyatakan tidak lolos.

Pada malam harinya, dia mendapat pesan langsung dari seniornya yang ikut menyeleksi nya pada pagi hari sebelumnya “Dik!, besok pagi memakai baju olahraga dan kamu akan saya seleksi lagi ya”. Setelah mendapat pesan seperti itu dari seniornya, Zelyta merasa senang bukan main.

Pada hari berikutnya Zelyta kembali mengikuti seleksi lagi dan alhirnya dia berhasil lolos mewakili sekolahnya untuk maju di seleksi tingkat kabupaten. Saat dinyatakan lolos seleksi sekolah, Zelyta benar benar melatih fisiknya dengan sungguh-sungguh.

Pernah saat latihan dia dan 8 orang temannya berbaring diatas rumput di tengah lapangan dan menghadap matahari jam 12 tepat. Sekitar 15 menit dia dan teman temannya berjemur. Begitu sampai rumah, Zelyta bercermin dan mendapati wajahnya telah belang alias hitam di bagian yang tidak tertutup jilbab.

Dan dari situ dia bertekad “Aku sudah latihan sampai mengorbankan wajahku hingga belang seperti ini, jadi aku harus bisa lolos seleksi tingkat kabupaten”. Hari dimana ia seleksi tingkat kabupaten pun tiba, seleksi paskibra kabupaten bertempat di GOR KI MAGETAN.

Saat seleksi tahap pertama yaitu pengukuran tinggi dan berat badan zelyta dinyatakan lolos, Zelyta bersyukur dan belum cukup tenang karena setelah itu masih ada seleksi tahap 2 yaitu berbaris. untuk PBB dasar dan berjalan.

Saat itu, semua siswa dari sekolah lain dicampur jadi satu dan dieleksi bersama, namun pleton Zelyta dipinggirkan ke sisi lapangan oleh pelatih dan saat itu Zelyta mengira bahwa peleton yang dipinggirkan doanggap mereka yang tidak lolos. Tetapi ternyata justru yang dipinggirkan itu adalah mereka yang lolos.

Betapa senang dan bersyukurnya Zelyta mengetahui bahwa dirinya berhasil lolos Paskibra tingkat kabupaten mewakili sekolahnya. Sejak tanggal 8 Agustus 2022, dia mulai dilatih dan digembleng oleh panitia dari Kodim Magetan hingga tanggal 17 Agustus.

Pada hari pertama latihan, fisik Zelyta ternyata masih lemah dikarenakan beberapa hari sebelum latihan dia jatuh sakit. Maklum, gadis yang sehari-harinya terlihat super feminim ini harus masuk ambulance tim kesehatan Magetan. Tapi pada hari latihan berikutnya, dia tidak pernah sakit lagi.

“Panas” merupakan makanan sehari hari seorang CAPASKAB (Calon Paskibra Kabupaten). Berlokasi di alun alun magetan dia mulai berlatih jam 7 pagi hingga jam 4 sore. Karena setiap hari berlatih dengan minim istirahat, kondisi kulit wajah Zelyta sangat memprihatinkan. Muka zelyta terbakar bahkan hingga mengelupas, walaupun dia sudah menggunakan sunscreen 30spf ternyata masih bisa membuat mukanya terbakar hingga mengelupas.

Rasa sedih pun ada tapi perasaan tersebut tidak sebanding dengan rasa senangnya ketika dia bisa menjadi pasukan pengibar bendera Kabupaten Magetan.

Pada tanggal 14 Agustus sore, Zelyta mengikuti kegiatan pengukuhan Capaska dan setelah di kukuhkan bersama siswa yang lain secara resmi menjadi anggota Paskibra Kabupaten Magetan 2022.

Sekitar jam 1 dini hari acara selesai dan semua pulang untuk mengemasi barang barangnya serta bersiap untuk mengikuti karantina esok harinya, yaitu tanggal 15 hingga tanggal 17 Agustus 2022.

Hari H pun tiba, semua pasukan dibangunkan jam 2 dini hari oleh seniornya untuk ber-make up. Dia sempat gugup karena hari ini dia akan menjalankan tugasnya sebagai pasukan pengibar bendera secara resmi. Tetapi berkat kerja tim dan juga kepercayaan dirinya pada saat pengibaran maupun penurunan bendera, semua berjalan sangat lancar.

Pada malam harinya, Zelyta dan teman temannya mendapat jamuan dari pak Bupati Magetan di Pendopo Surya Graha dan momen itu bukan hanya makan, terjyata semua anggota Paskibraka Kabupaten Magetan mendapatkan uang saku.

Zelyta menceritakan momen itu dan merasa mendapatkan kehormatan karena bisa memiliki dan juga bisa mengenakan seragam Paskibra Kabupaten yang selalu dia impikan. Tentu dari pengalaman itu, dia telah mendapat banyak pelajaran yang sebelumnya tidak pernah dia ketahui.

Catatan Harian Zelyta, Agustus 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post