Andri Inoviyan Dhewi, Guru Cantik Bermata Tajam
Ada kisah menarik dari guru informatika dari SMA 1 Magetan ini. Nama lengkap guru cantik bermata tajam terutama saat melirik ini adalah Andri Inoviyan Dhewi.
Kelahiran Magetan, 23 November 1996. Ketika masih di bangku SMA, dia ingin melanjutkan studinya di Fakultas Peternakan IPB. Namun gagal mendaftar di kampus yang berada di kota Bogor melalui jalur SNMPTN undangan berdasatkan nilai raportnya.
Meskipun nilai rata-ratanya tinggi, tapi dia tidak mempunyai piagam kejuaraan atau penghargaan di tingkat nasional atau Internasional sebagai bahan tambahan nilai.
Selanjutnya, dia ingin tetap mendaftar di fakultas peternakan dengan jalur SBMPTN (tes tulis), namun ibunda tercintanya, sama sekali tidak memberikan izin. Beliau berharap anak perempuan satu-satunya ini menjadi seorang pendidik atau perawat, profesi yang memang umum bagi seorang perempuan menurut Ibundanya.
Sejalan dengan keinginan Ibundanya, Bapaknya juga berharap agar Inov ( Nama paggilannya) untuk berkuliah di Provinsi Jawa Timur saja. Singkat cerita, akhirnya dua memutuskan untuk memilih Universitas Negeri Malang (UM), dengan memilih jurusan secara random.
Pilihan S1-Teknik Sipil, S1-Teknik Informatika, dan S1- Pendidikan Teknik Informatika pun dituliskannya tanpa ragu. Doa Ibundanya memang kuat. Inov diterima masuk di prodi Pendidikan pada SBMPTN ini, dan kemungkinan besar setelah menempuh studi tersebut, dia akan menjadi seorang guru, sesuai harapan Ibundanya.
Inov masih ingat ketika di bangku SMA saya pernah ditanya oleh Pak Eko, guru Bahasa Inggrisnya, "Nanti setelah lulus SMA, mau lanjut jurusan apa?"
Inov pun menjawab bahwa dia ingin diterima di Fakultas peternakan atau Ilmu Gizi. “Nama kamu Inoviyan, saya yakin orangtuamu berharap bahwa kamu bisa membuat inovasi baru. Untuk itu, masuklah ke Fakultas Teknik” kata Pak Eko.
Kalimat itu rasanya masih selalu diingat betul sampai sekarang, karena memang dia diterima dan harus menempuh kuliah di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, dengan prodi Pendidikan.
Jadi Bu guru cantik Inoviyan, sekarang sering berpesan kepada siswa-siswa bahwa jika mereka memiliki keinginan studi yang berbeda dengan orangtuanya, sebaiknya bernegosiasi dengan cara yang baik, bisa juga dengan meminta petunjuk sama Allah, bisa istikharah dulu.
Jangan buru-buru menggerutu, sebab pilihan orangtua bisa jadi itu adalah yang terbaik menurut Allah SWT, dan itu nanti yang bisa membawa rejeki dan berkahNya.
Setelah lulus studi jenjang S-1, Bu guru Inov prepare mencari beasiswa untuk lanjut studi jenjang S2. Di waktu bersamaan, dia juga mengikuti tes CPNS. Namun, keduanya harus dikhlaskan, karena kedua kesempatan itu gagal.
Setelah itu Indonesia dilanda pandemi covid-19. Berat rasanya bagi Inov dan dia harus menjadi jobseeker di kala pandemi, meskipun lolos wawancara dan bekerja di perusahaan luar kota, namun tetap diharuskan untuk WFO (Work from office). Sedangkan orangtuanya tidak memberikan izin untuk berangkat.
Akhirnya di bulan Juli 2020, seorang guru Informatika zaman SMAnya, Pak Sagung. menghubungi Inov untuk memasukkan amaran pekerjaan ke sekolah. Hari setelahnya, sempat diwawancarai oleh bapak Kepala Sekolah, dan dengan menunjukkan portofolio serta karya video pembelajaran dan menjawab beberapa pertanyaan, dia mulai diterima bekerja sebagai guru dan masuk kerja di hari itu juga.
Bekerja dengan bapak ibu guru SMA yang dulu pernah mengajarnya membuat Inov sedikit canggung tentunya. Sama sekali tidak ada dibayangan bahwa bisa bekerja di sekolah yang pernah menjadi alamamaternya sendiri.
Untungnya, Bapak dan ibu guru SMA 1 Magetan selalu memberikan nasehat dan wejangan dalam dunia pendidikan. Sampai sekarang, Inov tetap merasa perlu belajar kepada beliau para gurunya dahulu.
Kalau dulu belajar mengenai studi dan materi pelajaran, kalau sekarang topiknya lebih luas, yaitu tentang menjalani hidup dan kehidupan ini.
Saat ada pengumuman tentang pendaftaran PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), sebuah kesempatan yang dia ambil, hingga akhirnya lolos sampai tahap pemberkasan serta ditempatkan di SMA Kawedanan Magetan.
Akan tetapi, terhitung mulai tanggal 1 Mei 2023 , dia dipindah kerja ke SMAN 1 Magetan.
Dengan status "Just new married" dan menjalani LDM (Long Distance Marriage) karena suaminya bekerja di Kalimantan, ada kelebihan dan kekurangan yang dia rasakan akan konsekuensinya.
Ketika menjalani LDM, dia bisa fokus ke pekerjaan mengajar muridnya Hari libur pun jika ada pekerjaan, dia tetap bisa berangkat. Bertemu suami 2 bulan sekali, saat ada libur di rumah , itu pun hanya selama 15 hari. Setiap pilihan akan selalu ada resikonya, dan resiko ini lah yang Inov dan suami tercinta telah memilih.
Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan dan selalu memberikan yang terbaik untuk bu guru Inoviyan dan suaminya.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
