Pengagum Sejati
Alam tak pernah bosan memberikan sejuta pesona keindahan bagi para penikmatnya. Dara, salah satu Mahasiswi Universitas Ciputra selalu terkagum dengan lukisan alam ciptaan Tuhan. Dara selalu terpikat dengan segala keindahan yang diciptakan oleh Tuhan. Tak heran jika dia merupakan salah satu Mahasiswi Fakultas Pariwisata.
Sejak duduk di bangku SMP, Dara selalu ingin menjelajah ke tempat-tempat baru, namun selain terhalang dengan izin orang tua, dia juga tidak mempunyai teman yang suka menjelajah ke tempat-tempat baru. Beruntungnya dia sekarang menjadi Mahasiswi di Fakultas Pariwisata, tentunya sekarang dia mempunyai banyak teman yang memiliki ketertarikan yang sama dengannya. Salah satunya yaitu Erika. Perempuan yang Dara temui ketika sedang menikmati senja dibalik cakrawala di salah satu taman yang ada di dekat kampusnya.
Kini tak terasa ia sudah menginjak semester 2, Dara telah melalui Ujian Akhir Semester. Dara sangat lega karena telah melewati ujian semesternya dengan lancar, dia juga sangat senang karena mendapatkan waktu liburan selama 1 bulan, yaitu dari tanggal 14 Agustus - 16 September. Setelah mendengar pemberitahuan tersebut, Erika yang merupakan teman dekat Dara mengajaknya berlibur ke Pulau Bali.
Tanpa pikir panjang Dara pun menerima ajakan tersebut, lagipula orang tuanya pasti akan mengizinkan. Tak lupa Dara dan Erika mengajak temannya yang lain agar liburan kali ini lebih seru, mengingat betapa lelahnya belajar selama satu semester. Tak disangka teman-temannya sangat antusias menerima ajakan tersebut. Dara dan Erika pun senang melihat antusias dari teman-temannya. Tak lupa mereka langsung melakukan diskusi perencanaan liburan. Setelah melalui diskusi perencanaan liburan, mereka sepakat pergi ke Pulau Bali dan memulai perjalanan tanggal 20 Agustus.
Dara langsung bergegas ke rumahnya untuk mempersiapkan semua kebutuhan liburannya. Memang waktunya masih lama, namun Dara sangat antusias dan tidak ingin ada yang tertinggal. Ketika Dara sedang berkemas di kamarnya, tiba-tiba Mamanya memasuki kamarnya.
“Dara mau kemana kamu kok ngeluarin baju segitu banyaknya?” ucap Mama Dara. Sontak Dara terkejut dengan kehadiran Mamanya.
“Ehh Mama, Dara mau liburan sama Erika dan teman-teman. Boleh kan, Ma?” tanya Dara dengan penuh semangat.
“Iya, boleh sayang. Yang penting kamu bisa jaga diri.” jawab Mamanya dengan senyuman manis.
Setelah mendengar jawaban dari Mamanya, Dara tersenyum senang dan mengucapkan terima kasih, tak lupa dia juga memberi tahu Mamanya bahwa dia memulai perjalanan tanggal 20 bulan ini.
Sehari sebelum tanggal kesepakatan, Erika datang kerumah Dara lengkap dengan tasnya. Sontak Dara terkaget dan tertawa melihat Erika, ia kira temannya salah tanggal, namun ternyata jawaban dari Erika membuat Dara semakin terkejut.
“Ayo kita berangkat hari ini, tiba-tiba tiket ke Bali penuh, teman-teman juga gak mau kalau nggak ke Bali.” Ucap Erika
“Loh terus kita mau liburan kemana?” tanya Dara dengan penasaran
“Udah ikut aja ayo, nanti pasti bakalan tau.” Jawab Erika
Dara langsung bergegas ganti baju dan menyiapkan perlengkapannya. Lalu mereka langsung menuju ke terminal dan menaiki bus. Tiba-tiba ditengah perjalanan Dara teringat belum mengabari orang tuanya, namun ternyata ponsel Dara juga tertinggal. Langsung saja Dara meminjam ponsel Erika dan mengabari orang tuanya. Tak lama Erika dan Dara turun ke Pelabuhan yang belum pernah Dara ketahui.
“Ka, ini pelabuhan mana sih kok sepi banget?” tanya Dara dengan penuh penasaran.
“Pokoknya ini sath satunya pelabuhan yang tujuannya ke Pulau yang mau kita kunjungin nanti.” Jawab Erika datar.
“Kok cuma kita ya yang kayaknya mau kesana?” Dara kembali bertanya ke Erika.
Namun Erika hanya terdiam dan mengajak Dara naik ke sebuah kapal barukuran sedang. Selama perjalanan kurang lebih 1 jam, mereka tiba di tujuan. Dara sangat terpesona dengan keindahan alamnya, baru memasuki dermaganya saja Pulau ini terlihat indah.
Sambil turun dari kapal berukuran sedang tersebut Dara melihat sekeliling tempat tersebut, terdapat tulisan yang bertuliskan Pulau Lemuria. Dara mengernyitkan dahi dan merasa keheranan, setahu dia tidak ada pulau di negara ini yang bernama Lemuria. Tiba-tiba Erika menarik tangan Dara dan mengajaknya ke suatu penginapan yang berada di dekat dermaga.
Namun anehnya Erika dan Dara tidak diarahkan ke meja resepsionis, melainkan langsung ke kamarnya yang berada di lantai 2. Dara semakin terkagum melihat pemandangan pulau ini dari lantai kamarnya. Setelah memasuki kamar dan membereskan barang bawaannya, Dara tanpa rasa lelah langsung mengajak Erika mendaki bukit yang ada di belakang penginapannya.
Dara dan Erika menghabiskan waktu di pulau tersebut dengan riang gembira, mereka menyelam, mendaki, berkemah, dan lain-lain. Tak terasa waktu sudah berlalu, 7 hari lamanya mereka menghabiskan waktu di Pulau Lemuria. Kini saatnya mereka pulang, Dara meninggalkan pulau tersebut dengan rasa sedih. Setelah sampai di pelabuhan, mereka kembali menaiki bus untuk kembali ke rumahnya.
Mereka lalu pulang ke rumah masing -masing. Setibanya di rumah, Dara terkejut rumahnya terlihat ramai. Setelah memasuki rumah, semua orang dirumah terkejut dengan kehadiran Dara. Dara juga terkejut melihat Erika ternyata juga di rumahnya. Dara bertanya mengapa teman-teman dan orang tuanya berkumpul disini.
“Kita dari kemarin nyariin kamu Dara, pas kita nyusul kesini buat berangkat bareng ke Bali tapi kamu gak ada dirumah, Erika juga dari kemarin juga udah telpon kamu tapi nomor kamu gak aktif.” Jawab salah satu teman Dara
Dara lalu terkejut dan adannya langsung lemas. Lalu ia menjelaskan apa yang Dara alami selama tujuh hari. Namun janggalnya Dara baru menghilang selama 1 hari. Setelah mendengar cerita Dara. Mereka mencari tahu tentang pulau yang dikunjungi Dara, yaitu Pulau Lemuria. Namun hasilnya nihil, tidak ada Pulau Lemuria dipencarian internet, semua orang disana juga tidak mengetahui pulau tersebut.
Jadi pulau apakah yang sebenarnya dikunjungi Dara? Lalu jika bukan Erika yang bersama Dara saat itu, siapakah sosok yang menyerupai Erika? (F10R23 EAW10 MGT171123)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
