Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar Tentang Profesi Ganda dari Sheikh Noor Azman dan Bagoes Kukuh Prakoso
Dengan Noor Azaman, di Genting, Malaysia. Dokpri

Belajar Tentang Profesi Ganda dari Sheikh Noor Azman dan Bagoes Kukuh Prakoso

Rasanya tidaklah berlebihan bila ada terbersit rasa kekaguman dari diri saya kepada dua sosok hebat yang menginspirasi ini. Semua itu saya peroleh saat berbincang santai dengan mereka berdua selama tugas melawat ke Malaka dan Kuala Lumpur pecan lalu.

Mereka berdua memang menemani dan mengurus rombongan saya selama berada di negeri Jiran. Istilah profesi itu mereka bisa saja disebut guide, namun profesi yang oleh banyak orang dianggap sepele, ternyata adalah satu profesi yang sangat mulia dan bahkan bisa di sebut hebat.

Mengapa bisa begitu?

Sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa profesi ganda dan itu betul adanya. Profesi itu rata-rata banyak dimiliki oleh mereka yang berprofesi sebagai guide atau pemandu bila kita berada di negara asing.

Sebagai misal Sheikh Noor Azman, sosok tampan berwibawa dengan kacamata minusnya yang menemani saya, ternyata seorang pegawai Bank pemerintah Malaysia pada bagian Kredit Usaha Mikro untuk bidang usaha pertanian, perkebunan dan perikanan.

Di waktu akhir pekannya, yaitu Sabtu dan Minggu, beliau akan menjadi pemandu wisata mulai dari menjemput tamu di bandara, menyiapkan hotel, menunjukkan lokasi restoran dengan menu halal, masjid terdekat untuk salat dan juga lokasi shopping yang terkenal murah.

Profesi ganda itu beliau jalani hampir dua dekade lebih dan pada tahun 2023 lalu, saat menginjak usia 55 tahun, Pak Noor Azman memilih pensiun dari Bank dan tetap menjalani profesi lainnya sebagai pemandu wisata untuk wilayah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Hebatnya, ketiga anak beliau juga mengikuti jejak ayahandanya yang mempunyai profesi ganda. Sebagai pegawai pemerintah, pengusaha atau apapun, namun juga menjadi pemandu wisata. Secara finansial, otomatis ada income ganda juga dan lebih banyak sukanya daripada dukanya dalam menjalankan profesi sebagi guide.

Beliau menjelaskan bahwa profesi satu dan lainnya sama sekali tidak saling mengganggu karena beliau mampu mengelola waktu dan tugas yang diberikan agar semua berjalan dengan lancar. Hal itu yang membuat saya menjadi iri dan ingin menirunya.

Hobi beliau yang suka traveling ternyata mampu memberikan wawasan yang luas. Selain itu, beliau juga gemar menulis atau mencatat sesuatu hal yang berhubungan dengan dunia pariwisata.

Hal yang unik adalah, ternyata beliau hafal nama lengkap, tanggal lahir, tanggal kematian dari tokoh politik, artis, penyanyi atau presiden dan banyak lagi orang Indonesia yang terkenal. Hebat, kan!?

Sedangkan satu sosok pemandu lagi yang ramah, sabar, telaten dan mempunyai rasa tanggung jawab tinggi bernama Bagoes Kukuh Prakoso yang bertempat tinggal di Surabaya. Cowok kurus tinggi yang berkacamata ini cukup tampan juga dengan senyumnya yang tulus dalam menyapa kliennya.

Lulusan Universitas Airlangga Surabaya idengan jurusan Akuntansi ini merupakan seorang Akuntan di salah satu perusahaan. Nggak main-main kan? Bisa ditebak pasti jika mas Bagoes ini orang yang cerdas dan pandai serta teliti dalam urusan neraca keuangan.

Meskipun punya pekerjaan tetap lainnya di Surabaya, Mas Bagoes yang berusia sekitar 28 tahun ini ternyata sangat profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guide. Pengalamannya berkeliling dunia membuatnya paham akan seluk beluk dunia pariwisata dan pelayanan primanya.

Tidak heran, Mas Bagoes ini sangat disukai oleh rombongan yang menjadi tanggungjawabnya selama berada di luar negeri. Semua diurusi dengan sabar dan tuntas termasuk masalah keimigrasian atau bila ada koper yang tertinggal di Bandara, semua itu akan diurusi dan bisa ditemukan serta dikembalikan kepada klien yang mendapat musibah.

Meskipun badannya kurus, namun stamin Mas Bagoesa termasuk prima menurut pengamatan saya. Apa mungkin dia kuat, karena di dalam namanya ada makna 'perkasa' itu ya? Just kidding, guys!

Itulah sebabnya, saya sangat salut dengan pak Noor Azman Mas Bagoes. Mereka para pemandu atau guide internasional itu bisa membangun jejaring yang bisa dipercaya satu sama lainnya. Mereka berdua juga memberikan komitmen tinggi dalam kepuasan para kliennya selama berada di luar negeri.

Trust and Service dibuktikan dan bentuk tanggungjawab mereka sampai selesai serta memberikan pelayanan prima adalah bukti keprofesionalan mereka dalam menjalani profesi ganda.

Disadari atau tidak, profesi ganda itu bisa saja sudah dilakoni dan dilakukan oleh masing-masing kita di sini. Seorang pejabat pemerintah, dokter atau pegawai bank, tapi juga seorang penguisaha. Seorang tentara, namun juga seorang petani. Seorang guru, juga jadi penulis novel atau banyak lainnya.

Bagaimana dengan Anda? Punya profesi gandakah?

Salam hormat

Catatan, Malaka-Kuala Lumpur Malaysia 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post