Janganlah Menuntut Ilmu Sampai ke Negeri China
Maaf, jangan berburuk sangka dulu dengan judul di artikel ini yang memang memberikan kesan provokasi pada siapa saja yang kurang mencermati arti kata yang ambigu dibandingkan pada maknanya.
Keanehannya di mana? Untuk mencari korelasinya, coba Anda cermati ada beberapa hal berikut ini.
Pertama itu semua sebetulnya bercanda saja karena arti dari kata "menuntut" terkesan meminta hak dengan cara paksa baik dalam bentuk hukum legal maupun ilegal.
Nuansanya, ada klausa pengambilan hak, martabat atau benda milik orang lain sehingga timbul pertanyaan lain sebagai hal kedua, memangnya ilmu punya salah apa hingga sampai dituntut banyak orang seperti di atas.
Rasanya, semua ilmu dunia dan akhirat dituntut oleh setiap orang di belahan bumi ini tanpa mengetahui apa kesalahannya.
Ketiga, mengapa ada kata 'sampai ke Negeri China' dan bukannya 'di Negeri China'. Klausa ini juga aneh dan menarik untuk diulas.
Bila kata 'sampai ke Negeri China', artinya yang dihitung bukanlah Negeri China, namun pada jarak tempuhnya yang semakin jauh dari lokasi atau tempatnya sendiri bila belajar akan dianggap semakin bagus dan bisa negara lain.
Beda bila langsung disebutkan 'di Negeri' secara langsung, misalnya di Negeri China'. Itu artinya menyebutkan spesifik dan karakteristik nama tempat dan karakter orang di sana.
Bisa juga diambil kesimpulan dari Haditz meskipun lemah bahwa kita benar-benar belajar langsung ke Negeri China. Namun who knows, memang itu yang dimaksud.
Dalam hal ini, kita menganggap ada kualitas yang lebih di luar sana dan kita harus mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Sebut saja Negara Finlandia yang dianggap mempunyai kualitas pendidikan terbaik di dunia, atau Jepang yang teknologinya juga terbaik.
Tapi itu semua kata siapa juga. Jangan percaya dulu dengan mereka yang langsung meyakininya tanpa pernah sekali pun datang atau pergi ke Finlandia. Ingatlah akan pepatah bahwa seeing is believing.
Untuk klausa terakhir, jika iya benar kita harus 'menuntut' ilmu ke China, terus apa juga yang bisa dipelajari? Kita harus belajar akan kehebatannya dalam pengetahuan ataukah belajar dari keburukan mereka bila ada?
Jika ada yang mempunyai pemikiran seperti tersebut, artinya ruang kapasitas yang mereka miliki, haruslah ditempa dulu agar tidak menjadi katak dalam tempurung.
Terbanglah dan uji kapasitas Anda semua sampai seberapa besar akan mampu bertahan dalam menerima tempaan beban dari luar.
Timbalah dan kuasai (tuntutlah) ilmu pengetahuan ke tempat yang jauh dengan menambah wawasan diri kita agar kita bisa melihat kelemahan, kelebihan, keindahan dan kekurangan negeri kita melalui kaca jendela dari sebuah rumah perspektif milik orang lain nun jauh di sana.
Salam Catatan Singapura, September 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
