Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengajar Prakarya pada Orangtua Murid
Hasil prakarya murid Malaka International School.dokpri

Mengajar Prakarya pada Orangtua Murid

Saat mengamati hasil prakarya para murid di Melaka International School, Malaysia di sebuah ruang kelas, ada hal menarik karena mengingatkan juga adanya mata pelajaran kewirausahaan di setiap sekolah di Indonesia.

Hanya yang membedakan produk atau hasil karya yang dipamerkan di berbagai sudut dalam ruang galeri seni di salah satu sekolah di Malaka itu terkesan acak-acakan dan dalam bentuk yang tidak simetris dibanding dengan bentuk nyatanya.

Sedangkan pada sudut lainnya, ada berbagai karya murid lainnya pada grade 8 sampai dengan 11 yang bisa dikatakan sangatlah indah pada berbagai karya mereka yang mempunyai nilai komersial dan estitika tinggi.

Perbedaan unik dan menariknya di mana juga bila dibandingkan di kita?

Nah, ini yang perlu dicermati bersama. Tujuan utama dari mata pelajaran kewirausahaan atau kelas prakarya adalah memberikan kesempatan untuk mengasah hard skilĺ atau keterampilan tangan anak didik.

Semua itu diawali dari perencanaan untuk tema karya, tugas individu atau kelompok, anggaran, proses pengerjaan, hasil atau produk dan pemasarannya untuk dikomersilkan bila memu gkinkan.

Assesment anak didik sudah diamati dari awal sampai produk dan terutama saat proses pengerjaan berlangsung. Di situlah kelebihan mereka.

Saya jadi merenung saat masa bersekolah mulai dari tingkat dasar sampai menengah. Mata pelajaran prakarya adalah sesuatu hal yang saya sukai. Mulai dari keterampilan menjahit, elektronika, melukis, menyulam, mengukir dan lainnya.

Semua pengerjaan dilakukan dengan praktik secara langsung di kelas dan lingkungan sekolah. Namun, berbeda dengan generasi anak saya semua. Mengapa tugas prakarya dikerjakan di rumah meskipun itu untuk kelompok.

Hebatnya, hasil karya atau produk dari anak sekolah dasar bisa sempurna, indah, simetris bila bentuk karya 3 dimensi. Boleh dikatakan mengalahkan anak tingkat sekolah menengah atas sekalipun.

Bisa ditebak, itu pasti dibuat atau dikerjakan oleh para orangtua yang tidak ingin anak mereka kesulitan dalam mengerjakan tugas prakarya tanpa memikirkan dampak panjangnya yang bisa lebih buruk bagi psikologi dan kemampuan hard skill anak mereka kelak.

Terlepas dari itu semua, ternyata saya juga salah yang bisa jadi cara saya mendidik anak saya termasuk 'memanjakan' hingga mereka belum mampu hidup mandiri sepenuhnya.

Tinggal kita para guru saat memberikan evaluasi atau assesment, Anda mau menekankan pada result atau hasil anak didik ataukah, menekankan pada proses selama melakukan pembelajaran? Who knows you combine both of the terms!

Bagaimana dengan Anda? Malaka, Malaysia 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post