Suci Lestari, Guru SMAN 2 Magetan yang Didenda Meskipun Baby Face
Bernama lengkap Suci Lestari, S.S., salah satu guru dari SMAN 2 Magetan yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris ini sering dipanggil dengan nama 'Bu Tarie' oleh sahabat dekatnya maupun anak didiknya.
Guru cantik yang dianugerahi 'Baby face' ini terlihat selalu awet muda dengan perawakan super slim. Bila mengenakan seragam SMA, bisa dipastikan akan sulit dibedakan mana yang guru dan mana yang murid.
Meskipun panggilannya 'Bu Tarie', justru hobinya adalah membaca novel online dan bisa dicurigai bahwa beliau mungkin tidak bisa menari juga. Ini hanyalah dugaan sementara dari orang lain yang mengenalnya seperti saya.
Guru ramah kelahiran bulan Januari 1978 ini mempunyai pengalaman yang bisa dikatakan unforgettable moment saat melakukan progran Joyful Learning di Singapura dan Malaysia.
Saat di Singapura, memang beliau sedikit kalap dengan memborong souvenir seperti T-shirt, Keyholders dan apa saja yang dia sukai. Dampaknya, kopernya terlihat sedikit menggelembung.
Petugas imigrasi segera memerintahkan untuk membuka kopernya saat memasuki perbatasan Malaysia. Petugas segera mengacak-acak isi koper dan menghitung barang belanjaannya dari Singapura.
Ternyata memang jumlah souvenirs yang dibeli melebihi aturan keimigrasian dan dampaknya, bu Tarie harus membayar denda atau pajak bea masuk. Beliau terlihat nervous juga karena tidak mengira segitunya saat tiba.
Saya yang berusaha membantu beliau terpaksa harus menyingkir pergi karena tidak tega melihat barang dan isi koper yang terbuka dan memang ada pernak-pernik khusus kaum hawa tersebut demi kenyamanan semua pihak.
"Ah, ternyata uang Ringgit saya yang pertama dipakai untuk membayar denda nih!" tutur bu Tarie pada sahabat guru lainnya yang menunggu di luar ruangan imigrasi.
Meskipun begitu, bu Tarie tetap merasa bahagia karena mendapat pengalaman yang menyedihkan.
"Semua itu untuk pembelajaran bagi saya nih" imbuhnya lagi sambil tertawa dan disambut dengan gojlokan dari guru-guru lain hingga suasana jadi riuh melihat polah bu Tarie yang imut itu.
Mengaku menyukai dan salut dengan kebersihan di public area baik di Singapura dan Malaysia, bu Tarie tetap merasa beruntung karena dompetnya tidak ikut bersih isinya selama lawatan ke negeri Jiran tersebut.
Hanya saja, dia merasa bahwa harga di sana untuk makanan dan minuman memang tidak ada masalah, hanya ketika melihat price list harganya sepertinya lebih mahal daripada di negara kita bila di kurskan dengan mata uang kita.
Harapan beliau ke depannya, semoga semakin banyak siswa di tanah yang punya spirit of learning yang tinggi dan tertarik belajar Bahasa Inggris agar bisa menjemput transfer of knowledge and technology demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
Catatan Lawatan Singapura dan Malaysia 2024.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
