Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tidak Ada Kegagalan untuk Anak Didik dalam Memiliki Cita-Cita
Kejarlah Cita-Citamu, Nak!. Dokpri

Tidak Ada Kegagalan untuk Anak Didik dalam Memiliki Cita-Cita

Tidak ada cita-cita yang gagal dalam hidup ini karena pasti akan terwujud dalam bentuk lain dengan tujuan awal yang tetap sama. Bila bias pun, juga tetap tidak akan bergeser jauh dari niat atau keinginan awal.

Topik di atas sebenarnya untuk memberikan bahan pemikiran bagi anak didik perihal cita-cita yang diinginkannya sejak kecil. Hanya yang membedakan, tidak semua anak akan berusaha mewujudkannya melalui tindakan nyata dan memulai untuk menyiapkannya sejak dini.

Tidak heran, sejak dari kecil sampai menjelang dewasa, cita-cita setiap anak didik selalu berubah-ubah sesuai dengan minat dan bakatnya. Bahkan sudah bisa melakukan evaluasi diri akan kekurangan ,kelebihannya dan keterbatasannya.

"Gagal", istilah yang sering digunakan oleh banyak orang saat cita-citanya tidak terwujud. Mau memiliki profesi jadi tentara, polisi, pegawai negeri, dokter, pengacara dan lainnya, tujuan akhinya tetaplah 'earning money', yaitu mencari penghasilan untuk keberlangsungan pemenuhan kebutuhan hidup ini.

Tujuan lainnya yang tidak atau jarang diperhatikan adalah kepuasaan dan kebahagiaan diri anak didik saat cita-cita mereka bisa terwujud, yaitu hilangnya perasaan bahagia meskipun sudah mampu berpenghasilan lebih.

Kasus menyedihkan adalah saat ada murid yang gagal menggapai cita-citanya dan tidak segera move on untuk berjuang melewati jalan lainnya, banyak dari mereka yang terganggu kesehatan mentalnya, sreess dan bahkan, maaf, sampai menjadi gila ( OTG).

Mengapa hal itu terjadi?

Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Bisa jadi profesi dari cita-cita mereka itu karena pilihan orang tuanya. Bukan murni dari bakat dan minat anak itu sendiri sedari dini dengan alasan yang beragam mulai dari profesi yang secara hegemoni disebut terhormat atau akan bergaji besar dan lainnya.

Meskipun mereka saat dewasa sudah punya satu profesi, ada juga yang berandai-andai untuk bekerja atau memiliki profesi yang dimiliki orang lain. Bila itu terjadi, itulah yang dinamakan obsesi.

Yaitu cita-cita yang belum mampu diwajibkan. Misalnya, pingin jadi guru tapi malah jadi tentara. Ingin wiraswasta namun malah jadi pegawai negeri dan masih banyak contoh lainnya di masyarakat kita.

Saya sendiri sebagai contoh, sama sekali tidak pernah berpikir menjadi ASN Guru. Dari kecil yang awalnya ingin jadi polisi, tentara, pekerja proyek pengaspalan jalan dan cita-cita itu selalu berubah seiring waktu karena telah menyadari keterbatasan diri.

Sahabat saya sebut saja Wanto, pernah ingin jadi tentara di TNI AU namun digagalkan oleh nasib dan itu disesalinya. Sekarang dia merasa bersyukur karena Allah SWT memilihkanya menjadi seorang penguasa sepatu yang sukses di Kota Magetan.

Tidak heran, banyak orang yang sudah kuliah yang menguras dan, tenaga, pikiran tapi saat lulus dan bekerja justru tidak ada hubungannya dengan keilmuan akademik yang telah diraihnya di dunia kerja. Aneh namun banyak terjadi.

Begitu rancunya istilah antara cita-cita, mimpi, keinginan dan obsesi banyak yang terjebak saat mereka dewasa dan bila rasa kepuasan bekerja dalam satu profesi hilang dampak negatifnya akan lebih banyak pada diri mereka itu.

Bukan mendapatkan uang yang banyak atau jabatan tinggi dalam satu profesi yang membuat seseorang bahagia dalam profesinya, melainkan seberapa bermanfaat profesi yang dimilikinya pagi orang lain atau masyarakat luas.

Cita-cita boleh tinggi, namun akan lebih indah bila cita-cita itu mulia agar rasa bahagia bisa mengalir dan menginpirasi sesama.

Magetan, Oktober 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post