Bayu Kusuma Wardana, Guru SMAN 1 Magetan dan Guru Orkes yang Baby Face
Proses regenerasi dalam satu instansi adalah satu keniscayaan dan hal itu tidak dapat dihindari atau ditolak. Termasuk juga profesi guru dalam dunia pendidikan.
Peribahasa "Patah tumbuh hilang berganti", rasanya sudah mewakili proses datangnya banyak guru baru yang baru diangkat dari jalur PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sebagai pengganti status PNS (Pegawai Negeri Sipil) seperti sebelumnya.
Di SMA Negeri 1 Magetan, ada salah satu guru mata pelajaran olahraga yang baru datang. Hal yang unik dari beliau adalah penampilannya yang selalu ceria dan tampak nahagoa meskipun di saat tanggal tua sekali pun karena telah dianugerahi wajah yang imut alias awet muda (baby face).
Guru cowok kelahiran Magetan, 14 Desember 1989 dan bernama lengkap Bayu Kusuma Wardana. S.Pd ini sering dipanggil Pak Bayu oleh para guru dan anak didiknya. Mungkin nama itu jika dalam Bahasa Inggris artinya By You (olehmu)
Setelah tamat dari SMA Negeri 3 Magetan, beliau melanjutkan kuliahnya di fakultas pendidikan jurusan Olahraga, kampus Budi Utomo Malang. Begitu lulus kuliah langsung juga mengajar di berbagai jenjang sekolah di Kota Magetan, seperti di Madrasah Ibtidaiyah Baiturrahman Sundul, di SMP dan SMK Panca Bhakti, di SMK Muhammadiyah Panekan serta IIS PSM Magetan.
Berkat pernikahannya dengan Ratnaningtyas Sri Hastiningrum, keluarga Pak Bayu dianugerahi 3 anak yang masih kecil. Istrinya juga seorang guru senam yang mengajar Yoga pada para ibu Rumah tangga dan juga mengajar senam pada para remaja dan lansia.
Cita-cita Pak Bayu sangatlah sederahana tapi menginspirasi dan itu adalah hanya ingin mengabdikan ilmu serta berbagi pengalaman yang diperolehnya bisa bermanfaat bagi anak didik dan keluarganya.
Setelah ditugaskan mengajar di SMAN 1 Magetan ini merupakan tantangan baru dan berat baginya. Oleh karena itu, Pak Bayu berharap bisa memberikan kontribusi untuk pendidikan di tanah air semakin bisa menjadi lebih baik dan berperan penting dalam membangun kualitas pengetahuan dan keterampilan pada anak didik.
Pengalaman Pak Bayu yang hebat dan menarik adalah pernah ditunjuk menjadi wasit untuk tingkat nasional pada cabang olahraga Badminton. Bahkan juga pernah ditunjuk jadi pelatih untuk BNSP tingkat Provinsi.Hebat, kan?
Mengaku mengelola beberapa bisnis dan memiliki rumah kontrakan (homestay) di Kabupaten Magetan dan juga Kota Ngawi untuk menopang perekonomian sebagai income keluarga.
Terakhir dalam wawancaranya, Pak Bayu mengaku hingga saat ini bahwa beliau belum pernah bepergian dan ingin sekali untuk bisa ke luar negeri meskipun sudah berkeliling di beberapa wilayah di Indonesia berkat jadi wasit nasional.
Hal itu telah menjadi obsesi dalam hidupnya yang akan diwujudkan olehnya suatu saat kelak.
Semangat dan ikhlas mendidik, pak Bayu!


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
