Kisah Zhafira Alkhansa, Murid SMAN 1 Magetan di GYS-Hanoi, Vietnam 2025
Ada satu kisah yang menarik dari murid kelas X, SMA Negeri 1 Magetan, Provinsi Jawa Timur yang bernama Zhafira Alkhansa saat mengikuti kegiatan lomba inovasi lingkungan di Hanoi, Vietnam pada awal bulan Juli 2025.
Lomba yang diikuti oleh para pelajar junior dan senior se ASEAN dan Asia Pasifik tersebut bertemakan pengolahan lmbah dan kali ini mengangkat tema Climate Change.
Murid yang berpostur tinggi dengan penampilannya yang agak pendiam ini sering dipanggil Fira oleh para sahabatnya di lingkungan sekolah dan juga oleh anggota keluarganya.
Kelahiran Kota Karangnyar, Jawa Tengah pada tanggal 21 Oktober 2008. Anak pertama dari Bapak Joko Susilodan Bunda Endah Wahyuningsih yang keduanya berprofesi sebagai pengusaha Toko dan material bangunan di daerah Desa Cepoko, Milangasri Kecamatan Panekan di Kota Magetan.
Fira yang berhobi menonton drama Korea, film dan mendengarkan lagi mengaku sangat grogi saat harus tampil dan mempresentasikan karyanya di depan para dewan juri yang berasal dari berbagai negara di forum internasional tersebut.
Meskipun sewaktu di hari pertama datang di Hanoi, ada perasaan homesick dan rasanya ingin segera pulang karena melihat semua pelajar yang menjadi peserta lomba dari berbagai negara yang tampak asing dan tidak dikenalnya, namun setelah memiliki banyak kenalan dari banyak negara, Fira sangat menikmati semua kegiatan selama berada di event GYS di Hanoi, Vietnam ersebut.
Namun adanya pesan, perhatian, dukungan dan doa dari Bapak Aris Sudarmono, M.Pd. selaku Kepala SMAN 1 Magetan membuat Fira terlecut semangatnya untuk berjuang di forum yang bergengsi tersebut.
Bagaimana tidak, ternyata Zhafira dan Keisha adalah satu-satunya delegasi untuk kategori senior dari Provinsi Jawa Timur sekaligus mewakili Indonesia di forum Global Youth Summit-GYS, Hanoi, Vietnam di bawah Hemispheres Foundation untuk tingkat ASEAN dan Asia Pasifik.
Bercita-cita menjadi seorang pengusaha seperti kedua orang tuanya, Fira mengatakan bahwa dia mendapatkan banyak pengalaman saat mengikuti lomba inovasi Internasional tersebut. Ke luar negeri untuk hadir di momen tersebut, tidak sekedar bermain saja, tetapi juga mencari pengetahuan dan membandingkannya dengan project yang dibuat murid dari negara lain.
Dalam karyanya, Fira mendapatkan ide untuk project-nya karena melihat begitu banyaknya kulit sampah jeruk pamelo di Magetan sehingga dia ingin mengolahnya menjadi barang yang lebih bermanfaat dengan menjadikannya sebagai bahan pengharum ruangan tanpa adanya zat kimia, ramah lingkungan dan menyehatkan.
Fira merasa beruntung bahwa para teman kelas dan gurunya sangat mendukungnya. Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi bahkan selama ada di Hanoi, Vietnam, banyak pesan masuk di android-nya yang berisi doa dan dukungan.
Hal yang menegangkan adalah saat melakukan presentasi dan menjawab semua pertanyaan dalam Bahasa Inggris dari para dewan juri yang terdiri dari pakar lingkungan dan akademisi dari banyak negara.
Begitu semua gambaran project (Aroma kulit jeruk) AROMPEEL-nya selesai, Fira merasa beban di pundaknya menjadi ringan. Perasaan takut, gugup, senang, lega dan lainnya bercampur menjadi satu dan siap menerima segala hasilnya.
Pada opening ceremony, Fira juga bertugas membawa bendera Merah Putih dan meletakannya ke atas panggung pada barisan terdepan dan diikuti oleh peserta dari negara lain. Juga, tampil sebagai tim terbaik saat di closing ceremony dengan membawakan Tari Payung, yaitu salah satu tari tradisional dari tanah air.
Kabar gembira bagi Fira dan Keisha, meskipun karyanya masuk pada nominasi, mereka berdua juga akan diundang di event yang sama di akhir tahun 2025 atau awal 2026 untuk hadir di Davao, Manila ,Philipina dan mempresentasikan karya lainnya.
Keep fighting, Fira!



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
