Pengalaman Keisha Magali Nitya, Murid SMAN 1 Magetan dari GYS-Hanoi, Vietnam 2025
Satu kisah lagi untuk berbagi pengalaman dari Keisha Magali Nitya, murid SMA Negeri 1 Magetan yang mengikuti Lomba Internasional tentang inovasi lingkungan untuk tingkat pelajar se ASEAN dan Asia Pasifik yang digelar di Kota Hanoi, Vietnam pada tanggal 1 hingga 5 Juli 2025.
Nama panggilannya adalah Icha bagi sahabat dekat dan anggota keluarganya, namun sering dipanggil Keisha bagi yang baru mengenal gadis cantik yang duduk di kelas X, dan sekarang sudah berada di kelas XI sepulangnya dari Vietnam.
Icha yang merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Ir. Azis Suhermanto, ST, M.Si, anggota aktif DPRD Kabupaten Magetan dan Ibu Endah Tri Wahyuni, ST, M.Si, seorang ASN di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan, dilahirkan di Kota Magetan pada tanggal 9 Desember 2008.
Bertempat tinggal di Desa Bulu, Kecamatan Sukomoro, Magetan, Icha yang berhobi membaca dan berenang ini mengaku bercita-cita menjadi seorang dokter dan ingin mengabdikan ilmunya di daerah pedesaan.
Lingkungan desanya yang terkenal sebagai penghasil buah jeruk pamelo arau jeruk Bali, membuat Icha mendapatkan inspirasi setelah melihat banyaknya kulit jeruk yang dibuang ke tempat.
Idenya me-reuse kulit jeruk menjadi produk aroma yang untuk pengharum ruangan dengan nama AROMPEEL, atau aroma kulit jeruk (peel) menghantarkannya ke lomba inovasi lingkungan untuk tingkat internasional ke Hanoi, Vietnam pada awal bulan Juli 2025.
Keisha merasakan bahwa dengan mengikuti event lomba antar pelajar internasional ini telah membuat wawasannya bertambah, juga menjadi lebih percaya diri, mandiri dan lebih bertanggung jawab.
Berkat dukungan dan doa dari para guru, kedua orang tuanya serta teman-temannya membuatnya mampu melaju dan mendapatkan predikat Nominee Certificates untuk project-nya.
Oleh karena itu, Keisha dan Zhafira dari SMAN 1 Magetan akan diundang ke Davao, Philiphina untuk lomba di event yang sama pada akhir 2025 atau awal 2026.
Kepada kepala SMAN 1 Magetan, Bapak Aris Sudarmono, M.Pd, Icha bercerita bahwa melalui kegiatan lomba internasional ini, dia telah belajar banyak hal baru.
Bahkan dia bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman dari berbagai negara. Pengalaman ini membuka wawasannya dan menjadi bekal berharga untuk meraih cita-citanya di masa depan.
Walaupun di awal, Icha merasa kesulitan karena berbagai perbedaan bahasa dari masing-masing peserta yang datang dari negara-negara di Asia Pasifik. Penggunaan bahasa Inggris harus secara aktif dilakukan terutama saat berdiskusi dan juga dalam sesi presentasi.
Disamping itu kegiatan di Hanoi, Vietnam cukup padat dan intensif, jadi Keisha harus belajar dan pandai dalam mengatur waktu.
Dia juga merasa senang karena mempunyai kesempatan untuk menyampaikan ide dan pendapatnya di forum internasional, juga bisa saling bercerita dengan peserta dari berbagai negara tentang budaya mereka.
Hal yang menarik dan semua orang pasti mengalami, Keisha sempat merasa gugup saat berbicara karena adanya perasaan takut salah atau bahasa Inggrisnya tidak dipahami oleh peserta lain.
Tetapi seiring waktu selama di Hanoi, rasa percaya diri Icha mulai muncul dan berani serta lebih percaya diri saat berdiskusi dengan dewan juri dan berdiskusi dengan peserta yang berasal dari banyak negara.
Selamat Keisha! You are best!



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
