Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Zola, Murid dari SMPN 1 Blitar, Menyabet Finalis GYS di Hanoi, Vietnam 2025
Zola dari SMPN 1 Blitar Jawa Timur di event GYS Hanoi

Zola, Murid dari SMPN 1 Blitar, Menyabet Finalis GYS di Hanoi, Vietnam 2025

Ada satu kisah yang rasanya sayang bila tidak diangkat sebagai artikel yang mungkin bisa memberikan pemahaman atau minimal bisa sebagai cerita yang menginspirasi dari satu salah peserta dari Blitar lomba Inovasi lingkungan yang bertemakan Climate Change atau perubahan cuaca dunia.

Agenda Global Youth Summit (GYS) untuk para pelajar tingkat Junior dan Senior se Asean dan Asia Pasifik untuk kali ini digelar di kota Hanoi, Vietnam yang ditetapkan sebagai tuan rumah lomba pada tanggal 1 sampai 5 Juli 2025.

Nama lengkapnya adalah Zoladias Danish Santoso dan sering dipanggil Zola oleh keluarga atau para sahabatnya. Cowok berpostur langsing tinggi dan tampan ini dilahiran di Surabaya, 7 Januari 2012 dan merupakan buah hari dari dokter Agus Andreas Santoso, Sp.P (K), M.H., seorang ASN di Rumah Sakit yang ada di Blitar dan ibu Dita Prima Kartikasari, S.TP, M.M., yang berprofesi sebagai pengusaha sekaligus pemilik Klinik Raya Nglegok, Blitar.

Warga yang tinggal di daerah Central Park Melati di Kota Blitar sebagai tetangganya pastilah sudah mengenal beliau berdua ini.

Zola yang berhobi bermain drum dan juga menyukai coding serta jago renang ini ternyata menunjukan prestasi gemilang di ajang Global Youth Summit-GYS di Hanoi, Vietnam pada awal bulan Juli 2025 dengan project pengolahan sampah plastik menjadi barang bermanfaat dengan menekankan pada prinsip 3 R, yaitu reduce recycle, dan reuse.

Zola yang berasal dari SMPN 1 Blitar ini mampu lolos dari tahap sistem penyisihan dan melaju ke tingkat semi final. Kepala Dinas Pendidikan Kodya Blitar dan juga Bapak Juli Setyanto, S.Pd, M.Pd selaku kepala sekolah dan juga para guru di institusi pendidikan tersebut patut berbangga hati karena salah satu muridnya telah mampu mendapat predikat Finalist setelah menyisihkan banyak peserta dari negara lain atas proyek garapannya yang dianggap menarik.

Putra pertama dari dua bersaudara, Zola yang saat ini duduk di kelas 8 bercita-cita menjadi dokter mengikuti jejak ayahnya, sekaligus menjadi seorang pengusaha seperti ibundanya.

Saat di wawancarai oleh salah media di Vietnam yang meliput kegiatan tersebut, dalam Bahasa Inggris lisa, Zola mampu menjawab dan menjelaskan alasan mengapa di mengikuti lomba Inovasi pelajar se-Asean dan Asia Pasifik di Vietnam. Itu semua karena dia ingin menjadi pionir dalam menyelamatkan lingkungan hidup.

Proyek dalam presentasinya berfokus pada bagaimana mengubah limbah sedotan plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai tambah atau ekonomi. Materi paparan powerpoint-nya disampaikan dalam bahasa Inggris lisan yang bagus dan lancar. Hanya saja, saat sesi tanya jawab dengan juri dari beberapa negara sangat berat bagi Zola untuk dijelaskan secara detail.

Ide Zola akan topik Plastic Straws Disposal and Their Problems dan penjelasannya mampu mengesankan para juri. Semua kelancaran presentasi itu tidak bisa dilepaskan berkat bantuan dari para sahabat, guru dan mentornya serta tentu dukungan dari kedua orang tuanya.

Saat ditanya akan kesannya dalam berpartisipasi di event GYS, Zola mengakui bahwa wawasannya menjadi lebih luas dengan memahami materi presentasi dan inovasi dari negara lain, dan punya banyak teman dari mancanegara.

Meskipun dia juga merasa kesulitan dalam memaparkan presentasi dalam waktu yang terbatas, menjaga tetap tenang dan berbicara lancar dalam Bahasa Inggris adalah masalah yang tidak mudah namun harus diatasi di panggung. Zola pastilah sudah berlatih dengan dibimbing guru dari SMPN 1 Blitar sebelum keberangkatannya.

Pengalamannya saat saat ke Singapura dengan ibunya saat kecil, mengikuti program Homestay di Singapura pada Program English First (EF) selama 2 minggu, dan mengikuti program Student exchange di Al Hamra Malaysia selama 5 hari dengan SD Laboratorium, Kota Blitar sangat membantu dan membuatnya terlihat percaya diri dan keren saat lomba inovasi di GYS - Hanoi, Vietnam 2025.

Catatan ditulis dari Hanoi, Juli 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post