Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kisah Rifky dan Giri, yang Lolos dan Gagal di Paskibraka Provinsi Jawa Timur
selfdesigned by canva.com

Kisah Rifky dan Giri, yang Lolos dan Gagal di Paskibraka Provinsi Jawa Timur

Menjadi anggota praskiba bagi murid SLTA adalah impian dan kebanggaan mereka semua. Apalagi bila mampu terpilih untuk tingkat provinsi setelah mengikuti serangkaian tes yang dipersyaratkan.

Salah satunya adalah murid kelas XI-2 dari SMAN 1 Magetan, yaitu Muhammad Rifki Enggita Prabowo, yang biasa dipanggil Rifki oleh temannya. Cowok tampan berpostur tinggi ini dilahirkan di Kota Magetan pada tanggal 8 Agustus 2008.

Hobinya adalah berenang, bersepeda, dan memancing. Putra kebanggan dari Bapak Taslin dan ibu Sri Rokhani yang berdomisili dii Desa Belotan RT/RW 31/11, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Agar bisa lolos tingkat provinsi Jawa Timur, Rifki mengaku telah mempersiapkan diri dan berlatih sebagai anggota paskibra selama 3 bulan lebih.

 

Latihannya cukup berat, tetapi membuatnya lebih belajar banyak hal. Bagaimana dirinya harus memahami makna tentang disiplin, menjalin kekompakan, dan punya rasa tanggung jawab.

Cita-citanya di masa depan untuk diwujudkan adalah menjadi seorang polisi karena dia ingin mengabdi kepada bangsa, melayani dan menjaga keamanan masyarakat.

Saat bertugas sebagai anggota paskibra di tingkat provinsi Jawa Timur, Rifki merasa sangat bangga karena telah berkintribusi dalam mengharumkan nama sekolah, guru, masyarakat Magetan, sahabanya, dan juga kedua orang tuanya.

M.Rifki juga berkesempatan untuk dijamu di Gedung Grahadi Surabaya, dan bahkan bisa menerima piagam penghargaan secara langsung dari ibu Khofifah Indar Parawangsa, selaku Gubernur Provinsi Jawa Timur.

Kesan yang paling kuat adalah bagaimana kerja kerasnya selama latihan akhirnya terbayar lunas dengan sempurna saat bendera merah putih bisa berkibar gagah tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Sedangkan pesannya bagi adik kelasnya untuk tidak mudah menyerah saat latihan bila ingin bergabung menjadi anggota paskibraka, karena hasilnya akan sangat membanggakan ketika bisa menjalankan tugas dengan baik dan kelak bisa menjadi bekal diri.

Ada peristiwa yang paling mengharukan bagiknya tatkala melihat bendera berkibar diiringi lagu Indonesia Raya. Saat itu perasaan haru, bangga, dan bahagia melingkupi hatinya. Meskipun pada awalnya sedikit merasa gugup, dengan semangat dan keyakinan akhirnya dia bisa melewati semuanya dengan lancar.

Ada lagi kisah satu peserta lagi dari SMAN 1 Magetan yang menjadi anggota paskibraka, yaitu Giri Maulana Derajad dan biasa dipanggil Giri.

 

Meskipun gagal lolos ke tingkat provinsi Jawa Timur, dua tidak bersedih karena tetap terpilih untuk tingkat kabupten Magetan saat Upacara Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Cowok jangkung yang agak pendian ini dilahirkan di kota Magetan pada tanggal 18 Juli 2008. Hobinya bermain basket dan jogging.

Giri merupakan putra kedua dari passngan bapak M.Khoderi dan ibu Yeni Suparjo yang berdimisili di Jalan Imam Bonjol No.46A RT01/RW03, kecamatan Magetan.

Seperti halnya Rifki, Giri juga mengaku telah berlatih berbulan-bulan demi bisa terpilih menjadi anggota paskibraka. Cita-citanya juga sama, yaitu ingin menjadi seorang polisi yang amanah, jujur, dan tegas dalam menegakkan hukum serta melindungi masyarakat.

Giri mengaku sangat bangga bisa terpilih menjadi salah satu bagian dari pasukan pengibar bendera untuk menjadi penjaga bendera merah putih pada tanggal 17 agustus 2025 di aloon-aloon Magetan saat upacara berlangsung.

Dia puas karena telah berhasil dan sukses dalam melakukan pengibaran beserta penurunan bendera merah putih sampai prosesi selesai tanpa adanya kesalahan sedikitpun.

Hanya bedanya, Giri mengaku sama sekali tidak merasa gugup saat bertugas karena dirinya selalu optimis, berpikir positif, menjaga stamina dan fokus pada pelaksanaan tugas yang diembannya sebagai anggota paskibraka kabupaten Magetan, pada 17 Agustus 2025.

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post