Mengenal Satrio, Razan dan Fauzan, Paskibraka Magetan 2025 dari SMAN 1 Magetan
Kali ini Anda saya ajak untuk mengenal dan mengetahui kesan dari tiga murid SMA Negeri 1 Magetan yang menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Magetan 2025.
Mereka bertiga baru saja melaksanakan tugas di upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2025.
Pertama adalah Satrio Wicaksono yang terbiasa dipanggil Satrio oleh para sahabatnya baik di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.
Cowok yang bercita-cita menjadi Jenderal ini masih duduk di kelas XI yang dilahirkan di Kota Madiun, 2 Juni 2009. Ayahnya bernama Supriyanto dan ibu Suparti dan berdomisili di dusun Ngrejeng Desa Puntukdoro Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Satrio yang berhobi bersepeda ini mengaku merasa terharu dan bangga bisa menjadi bagian dari paskibraka kabupaten Magetan Dia sama sekali tidak menyangka bisa terpilih di HUT ke-80 RI tahun 2025 ini.
Perasaan gugupnya hilang ketika dia berhasil mengibarkan bendera Merah Putih Indonesia tanpa ada kesalahan dalam bertugas.
Tujuh bulan lamanya dia telah berlatih dan menyiapkan dirinya demi tugas yang sangat mulia tersebut.
Kedua, Razan Hendito Akbar dan terbiasa dipanggil Razan. Cowok tinggi dan ganteng ini dilahirkan di Kota Madiun,16 Mei 2009. Hobinya pada semua cabang olahraga membuat badannya berpostur tegap.
Razan merupakan putra dari Bapak Adi sucipto dan ibu Hestri Endar Setiorini yang berdomisili di Jalan Srikandi, Sukowinangun, Magetan. Cita-citanya sederhana, yaitu ingin menjadi abdi negara apapun profesinya.
Kesannya selama menjadi anggota paskibraka dalam menjalankan tugasnya telah memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya.
Dia juga merasa bangga bisa berkontribusi dalam upacara hari kemerdekaan Indonesia di aloon-aloon Magetan karena telah ikut menjaga kehormatan bendera nasional yang merupakan kehormatan naginya untuk dijaga.
Pesannya kepada para calon anggota paskibraka yang akan datang untuk menjaga kekompakan, tetap solid, semangat, dan terus menjaga disiplin.
"Latihan mungkin berat, tapi jangan sampai membuat kita menyerah, karena hasilnya selalu indah ketika kita tampil dengan baik".
Ketiga, adalah cowok jangkung dan tampan yang bernama Fauzan Arya Wirandra dan sering dipanggil Fauzan oleh semua sahabatnya.
Cowok yang style dan gayanya sudah seperti militer dalam aspek hidupnya ini dilahirkan di Kota Magetan, 18 Februari 2009. Mengaku berhobi jogging dan swimming untuk menjaga staminanya agar tetap prima.
Fauzan merupakan putra dari Bapak Rheno Setia Budi dan Ibu Dwi Rochani yang beralamatkan di KPR pondok Magetan Indah RT.06 RW.04.
Agar lolos jadi anggota Paskibraka Kabupaten Magetan, Fauzan berlatih selama kurang lebih tujuh (7) bulan secara intensif sampai masuk persiapan tes di tingkat kabupaten hingga dinyatakan resmi masuk latihan pemusatan di tingkat kabupaten.
Cita-citanya ingin menjadi seorang Polisi yang baik dan amanah. Sedangkan kesan dan pesan selama tugas adalah hal yang nenyenangkan karena mendapat banyak pengalaman dan membuat jiwa kepemimpinannya muncul serta terlatih.
Peristiwa yang mengharukan baginya adalah ketika selesai menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih, dia merasa terharu karena telah mempersiapkan diri selama berbulan- bulan agar bisa menjadi salah satu pasukan pengibar bendera di upacara hari ulang tahun ke-80 negara Replublik Indonesia tercinta.



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
