Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Zainul Wasilah, Guru SMAN 1 Cerme dengan Pemikirannya Demi Dunia Pendidikan
Bu Ilah dari SMAN 1 Cerme, Gresik.Dokpri

Zainul Wasilah, Guru SMAN 1 Cerme dengan Pemikirannya Demi Dunia Pendidikan

Bagi para gurusianer dan juga para civitas akademi di SMAN 1 Cerme, pastilah tidak asing dengan nama seorang guru yang dikenal ramah ini.

Nama lengkap beliau adalah Ibu Zainul Wasilah dan sering dipanggil Bu Ilah oleh semua murid dan kolega guru. Guru kelahiran Kota Gresik, 5 Mei 1973 ini dulunya sangat aktif menulis di platform media online gurusiana.id, namun setelah itu menghilang untuk beberapa tahun belakangan ini.

Saat diwawancarai, beliau beralasan dan mengakui bahwa kesibukannya mengikuti program guru penggerak dan menyelesaikan program studi Pasca sarjananya merupakan prioritas utamanya.

Tidak heran, Bu Ilah yang menyelesaikan S1- program Sarjananya dari IKIP Surabaya tahun 1996 yang sekarang berubah nama menjadi UNESA (Universitas Negeri Surabaya, mampu menuntaskan dan meraih gelar S2-Pasca Sarjana untuk program magister pendidikan dari kampus yang sama dan akan diwisuda di bulan Agustus di tahun 2025 ini juga.

Didukung oleh Muhammad Nur Hidayad, suaminya yang seorang wiraswasta, sangat menyayanginya dan orang mampu membuat semangat Bu Ilah terlecut untuk belajar lebih giat agar lulus tepat waktu dan bisa memberikan motivasi bagi anaknya serta juga para muridnya.

Tidak heran, keluarga bahagia ini dianugerahi tiga anak gadis yang hebatnya juga sudah menyelesaikan studi mereka dari kampus ternama dan favorit di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional.

Anak pertamanya adalah Sarjana Sastra Inggris, lulusan dari Universitas Brawijaya dan anak gadis keduanya telah menyelesaikan program D3 jurusan Keperawatan dari Universitas Airlangga, Surabaya. Sedangkan putrinya yang ketiga baru diterima sebagai murid baru di SMAN 1 Cerme mengikuti ibundanya.

Putrinya yang pertama saat ini sedang berikhtiar untuk mendapatkan beasiswa pasca sarjana (S2) dari kampus di luar negeri. Sedangkan anak gadisnya yang kedua akan melanjutkan untuk program S-1 di UNAIR juga tahun ini.

Oh, iya! Setelah lulus dari IKIP Surabaya tahun 1996, Bu Ilah mulai mengajar di beberapa sekolah swasta dan menjadi GTT (Guru Tidak Tetap) di SMA Negeri 1 Cerme Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Alhamdulillah, sejak tahun 2006, secara resmi beliau diangkat menjadi guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan ditempatkan di unit kerja atau sekolah yang sama saat masih mengabdi menjadi guru untuk pertama kalinya sampai sekarang ini.

Meskipun tidak ada ikatan darah dengan anak didiknya, menjadi seorang guru adalah panggilan hati dan juga profesi pilihannya karena dirinya merasa punya tanggung jawab yang besar untuk mendampingi anak- anak dalam meraih cita-cita dan tujuan hidupnya.

Alasan lainnya kenapa memilih menjadi guru, juga karena terispirasi oleh ibundanya sendiri dalam pesannya yang selalu diingatnya bahwa menjadi pendidik, sekaligus sebagai tujuan untuk mengikat diri, sebagai teladan yang harus berhati-hati dalam bertindak dalam hidup ini.

Hal itu sesuai dengan motto hidupnya bahwa belajar itu tidak ada kata 'akhir' bagi semua insan melalui dunia pendidikan. Meskipun semua tahu bahwa pendidikan itu tidak sesederhana seperti dulu. Oleh karena itu, para guru dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.

Semua itu demi anak- anak dari generasi milenial dan generasi Z yang yang sudah sangat memahami dan tidak bisa dipisahkan oleh gadget dan dunia digital di masyarakat media sosial. Para guru harus cepat menyesuaikan diri dan bisa berdamai dengan kehidupan global yang terus cepat berubah.

Semua pemikiran Bu Ilah bisa kita pahami bersama dan banyak artikelnya muncul di Media PGRI Jawa Timur, dan Radar Jawa Pos, Gresik. Salah satunya pemikiran beliau terhadap perlindungan terhadap profesi guru yang masih sangat lemah. Juga selalu dicemburui dalam hal penggajian serta adanya kebijakan yang kurang bisa menghargai profesi guru baik dari mereka yang secara internal maupun eksternal.

Namun semua lelah bu Ilah di dalam perjuangannya di dunia pendidikan mudah sirna saat mendengar, mengetahui dan melihat keberhasilan para siswa yang dulunya patuh, rajin, pandai dan semangat dalam belajar.

Mereka semua merupakan asuhan dan tanggung jawabnya sampai kapan pun, serta selalu mendoakan untuk keberhasilan para muridnya di mana pun mereka bekerja dan berada. Itu lah sosok Bu guru Ilah dari SMAN 1 Cerme, Gresik dan pemikirannya untuk pendidikan yang terbaik di tanah air.

Salut bu Ilah, you are the best!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post