Fidia Filsah Zahidah, Atlit Karate dan Murid Berprestasi dari SMAN 1 Magetan
Saat saya masih duduk di bangku SMA, entah mengapa pernah membayangkan dan berandai-andai, betapa menyenangkan bila punya pacar yang juga atlit beladiri khususnya Karate.
Rasanya seperti sudah ada jaminan keamanan dan keselamatan deh bila keluar bersama dia untuk jalan-jalan atau shopping. Siapa juga yang akan berani mengganggu saya.
Nostalgia masa lalu itu muncul saat melihat murid cewek di kelas saya yang bernama Fidia Filsah Zahidah yang akrab dipanggil Fidia atau Icha, murid SMAN 1 Magetan dan masih duduk di kelas XI-1 untuk saat ini.
Gadis berpostur tinggi, lamgsing dan cantik kelahiran Batam, 18 Juli 2009 merupakan anak kesayangan dari Bapak Wayudi dan ibu Fitrya Rahmawati yang keduanya berprofesi sebagai pengusaha dan berdomisili di Desa Tladan, Kawedanan, Magetan.
Hobi yang disukai oleh Icha termasuk jenis olahraga yang ekstrem seperti seperti lari, renang, dan karate. Nah, pada olahraga Karate tersebut, dia telah mencapai atau mempunyai prestasi luar biasa yang patut dikagumi dan diapresiasi tinggi oleh siapa pun.
Icha mengaku bahwa dia mulai tertarik dengan olahraga karate sejak dari kelas 4 SD. Saat itu dia terinspirasi setelah melihat temannya yang mengikuti event O2SN di cabor karate yang mewakili sekolahnya menjadi juara Kabupaten Magetan.
Akhirnya niat terpendamnya untuk ikut karate, terwujud setelah Icha menamatkan sekolah dasarnya dan itu pun hanya ikut ekstrakurikuler karate di SMPnya. Dirasa kurang intensif selama berlatih Karate di sekolah, dia memutuskan untuk menekuni kegiatan karate dengan serius karena ingin menjadi atlit karateka sejati.
Untuk itu, Icha segera mendaftar di dojo Takeran, Magetan untuk mulai latihan dengan serius. Beberapa waktu kemudian, dia banyak sekali mengikuti pertandingan karate dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional dan bahkan mampu menyabet berbagai prestasi, penghargaan dan juara.
Icha mengakui bahwa dia ikut karate itu benar-benar karena keinginan dari hatinya. Dia merasa bukan tipe anak yang bisa menguasai materi pelajaran di kelas dengan cepat dan jarang mendapat prestasi dalam bidang akademik membuatnya bangki dan memutuskan untuk mencari bakat non akademis dirinya dan itu adalah olahraga karate.
Kenapa tertarik dengan karate karena melihat cara latihan, teknik yang digunakan, serta melihat para atlit yang berlaga di Asian games membulatkan hati Icha untuk menekuni bidang olahraga karate itu.
Icha sudah banyak mengikuti pertandingan sejak dari kelas 7 SMP. Tidak heran sampai saat ini dia pernah menjuarai berbagai pertandingan cabor karate, seperti :
1. Juara 1 Internasional championship YOT 2024 kategori kumite kadet perorangan-50 kg putri
2. Juara 2 GADJAH MADA OPEN INTERNATIONAL KARATE CHAMPIONSHIP I 2025 Kategori Kumite perorangan junior putri.
3. Juara 3 internasional championship Ki Mageti 2024 kategori kumite kadet - 50kg putri.
4. Juara 1 OPEN & FESTIVAL KARATE CHAMPIONSHIP 2025 PIALA DANDIM 0802/PONOROGO kategori kumite -59 kg junior putri.
5. Juara 2 kumite perorangan tingkat SMP se-kabupaten magetan.
6. Juara 3 kata perorangan tingkat SMP se-kabupaten Magetan.
7. Juara 1 O2SN tingkat SMA se-kabupaten Magetan.
Rasanya tidak akan cukup prestasi juaranya untuk ditulis di sini mulai dari kejuaraan tingkat nasional dan internasional yang pernah dia ikuti.
Pertandingan yang paling terkesan dan menjadi pembelajaran terbesar bagi Icha adalah saat sedang berjuang untuk mendapatkan juara utama di kota Pasuruan pada tanggal 5 April 2025 karena itu adalah pertandingan tingkat Kejurprov FORKI Provinsi Jawa Timur.
Setelah persiapan tiba dan giliran untuk tanding pertama dengan perasaan gugup pada awalnya, namun dia mampu menutup laga itu dan menjadi pemenangnya. Meskipun begitu Icha pernah pingsan di arena tatami selama 5 menit. Kok bisa?
Kaki lawan telah mengenai rahangnya dan hal itu dianggap fatal dalam Kumite karate. Lawan dari Icha, akhirnya, didiskualifikasi karena melanggar aturan pertandingan yang bukan untuk seri kumite jenis Full Body Contact (bebas). Di event itu, dia hanya mampu menjadi juara 3 dan hasil itu belum membuatnya diikutkan di Kejurnas FORKI di Jakarta.
Untuk target ke depannya, Icha berusaha keras untuk mengikuti Porprov tahun 2027 dan harus bisa melanjutkan ke event bergengsi seperti PON, Sea Games, hingga Asian Games. Meskipun begitu, selain menjadi atlet karate, dia juga mempunyai cita cita untuk masuk ke Akademi Kepolisian dan bisa membanggakan kedua orang tuanya serta para guru di sekolahnya.
Untuk itu mewujudkan cita-citanya, saat ini mata pelajaran yang disukai Icha adalah Pendidikan Jasmani (PJOK), Matematika dan Bahasa inggris karena bila tidak terwujud menjadi perwira polisi, dia ingin menjadi dosen atau guru olahraga.
Semangat dan sukses selalu, Icha!


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
