Vanessa Audrey Wijaya, Murid SMAN 1 Magetan yang Juara Silat dan Bahasa Inggris
Pada tanggal 19 Desember 2025, ada siswi saya yang baru saja menjuarai Bupati Magetan Cup di cabor pencak silat yg diadakan di GOR Ki Mageti Magetan.
Nama Lengkapnya Vanessa Audrey Wijaya dan sering dipanggil 'Audrey'. Cewek cantik yang sering memjuarai lomba pidato, debat dan storytelling dalam Bahasa Inggris dan mempunyai kecerdasan linguis, ternyata juga berprestasi di bidang martial arts, yaitu Pencak Silat.
Berdomisili di Desa Baron, Magetan, Jawa Timur, Magetan, Audrey merupakan anak dari buah kasih Bapak Andri Wijaya, seorang wiraswasta dan ibu Lenny Mulyanti yang berprofesi sebagai seorang pegawai negeri sipil.
Ada kisah menarik ketika babagan tanding sudah dibagikan di para peserta yang tergabung dalam grup Bupati Cup 2025, tepatnya pada tanggal 16-17 Desember, ternyata lawannya juga merupakan anak kelas XI dari salah satu SMA di Magetan yang berusia ebih tua darinya.
Audrey sendiri masih duduk di kelas X di SMAN 1 Magetan. Awalnya dia berpikir pasti dia lebih banyak pengalaman dan akhirnya dia pasrah jika harus kalah jujur karenya mentalnya down terlebih dulu sebelum bertanding. Apalagi sosok pelatih dari musuhnya dulunya juga pernah menjadi pelatih Audrey.
Sebelum bertanding beliau (pelatih) berkata kepadanya dalam bahasa Jawa “Koe nek musuh bocah kui wes ajur dibanting” (Jika kamu lawan dia, kamu akan hancur dibanting). Musuh Audrey memang terkenal dengan bantingannya atau istilah di pencak silat disebut dengan tangkapan atau sautan.
Akan tetapi di sisi lain, pelatihnya juga pernah berkata Jangan lihat siapa musuhmu! Buat musuhmu melihat siapa yang akan dihadapi”. Setelah setelah mendengar kata-kata itu, Audrey sedikit lega, namun ujian dari tuhan tidak berhenti di situ.
Ujian lebih berat datang kepada paha 3 hari sebelum bertanding. Audrey merasa demam tinggi dan batuk berdahak yang membuatnya tidak bisa latihan.
Merasa kecewa berat sebelum tanding saya di beri sakit oleh Tuhan, munculah perasaan kesal, marah, benci, sedih dan semua bercampur aduk jadi satu. Namun Audrey mencoba menepis semua pikiran negatif dalam dirinya dan mulai berpikir mungkin Tuhan memberinya sakit karena Tuhan ingin dirinya waktu untuk beristirahat.
Pada tanggal 19 Desember 2025, meski Audrey belum sepenuhnyya pulih tetapi semangat di hati dan pikirannya mampu mengalahkan rasa sakit pada tubuhnya. Audrey selalu ingat slogan yang pernah ditulisnya di Yearbook saat masih menjadi murid SMP, yaitu “Mensana in corpore sano. Aamar ma’aruf nahi munkar” yang berarti jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat.
Lucunya, sebelum bertanding, dia juga mendengar bahwa musuhnya ternyata juga merasa sama takut dengan dirinya. Ada rumor bahwa jam terbang tanding Audrey jauh lebih tinggi dibanding dia. Tidak jarang ada perang urat syaraf di media sisial untuk menjatuhkan mentalnya.
Tibalah pertandingan dimulai. Aydrey segera berdoa. Pada awalnya, lawannya tandingnya sangat agresif dan menunjukkan wajah cemberut. Sedangkan Audrey berusaha untuk selalu tersenyum yang membuat musuhnya semakin tersulut emosinya sehingga banyak melakukan pelanggaran.
Dari situ, poin Audrey terus bertambah dengan mudah sehingga pertandingan ini saya menangkan dengan cukup mudah. Akhirnya dia pun sebagai Juara 1.
Setelah pertandingan selesai, dia dan musuhnya saling berjabat tangan dan melihat bola mata Audrey yang berkaca-kaca sambil berkata lucu untuk beralasan, “Kamu cantik sekali, maka saya mengalah saja".
Audrey ternyata juga menguasai permainan bola basket, memainkan alat musik gitar, dan juga swring berlatih kickboxing. Di kegiatan ekstrakurikuler, Audrey pernah menjadi ketua Pramuka saat di SMP nya dulu.
Inilah prestasi Audrey bila Anda ingin tahu, yaitu dia pernah menyabet Juara 2 English Speech Contest di Unipma, Juara 2 story telling Smasa Anniversary, Juara 2 Tanding pencak silat pra remaja putri kelas Junior dan Juara 1 tanding pencak silat remaja putri kelas E.
Selamat Audrey! One student one talent!



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
