Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
M. Kholizal Zaky dari MAN 2 Magetan dengan Kisah Bronze dan Silver Medalnya di ICIA 2026
Zaki di KBRI Cambodia

M. Kholizal Zaky dari MAN 2 Magetan dengan Kisah Bronze dan Silver Medalnya di ICIA 2026

Murid MAN 2 Magetan kelas XI yang bernama lengkap Muhammad Kholizal Zaky ini menarik perhatian untuk diulas karena terlihat berbeda dari dua teman lainnya dalam satu tim saat lomba Kyra Global ICIA 2026 baru-baru ini yang diadakan di Phnom Penh, Cambodia.

Bagaimana tidak, penampilannya sangat santai dan cenderung polos di situasi apa pun saat lomba. Cowok ceking tinggi ini sering terlihat gelisah dengan rambutnya yang mudah terurai dan termasuk gondrong untuk ukuran murid.

Setiap saat dia selalu mengeluarkan sisirnya untuk menjaga kerapiannya. Tidak peduli di situasi resmi atau santai pun terkadang tangannya sering bermain dengan rambutnya. Mungkin karena dia tahu ada banyak murid-murid cantik dari negara lain yang hadir di acara itu.

Cowok yang biasa di panggil Jaki, bersama dua teman dari Tim Inotek MAN 2 Magetan ini tidak main-main. Dia ternyata mampu menggondol medali perak di event Innovation Challenge and Award ICIA Global Kyra 2026  23 - 28 April di Phnom Penh, Cambodia.

Dilahirkan di Kota Malang, tepatnya di Dampit pada bulan September 2009. Hobinya lumayan banyak juga, seperti bermain online game, futsal, bulu tangkis, voli, dan juga bola basket.

Putra dari bapak Abdul Wahid yang berprofesi sebagai mekanik di sebuah bengkel di desa Bangunsari Magetan. dan ibu Siti Tarbiyatin, sebagai ibu rumah tangga.

Zaki mengaku bahwa dengan mengikuti event ICIA 2026 ini sebenarnya untuk menambah wawasan tentang berbagai inovasi-inovasi dari berbagai negara, dan tentu untuk memamerkan alat inovasinya karyanya sendiri.

Murid yang berhobi banyak ini merasa senang sekaligus terharu, karena sebelumnya waktu ikut di ajang inovasi nasional, timnya hanya mendapat Bronze Award, sementara di ajang lomba internasional ini, timnya mampu mendapatkan Silver Award.

Hal itu sudah dirasa cukup untuk saya merasa senang, meskipun tidak mendapatkan Medali Emas tetapi saya sudah bahagia naik tingkat dari Bronze ke Silver.

Harapan Zaki di masa depan sudah tentu ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan mungkin juga mau melanjutkan kuliah di negeri atau pun di luar negeri.

Tidak ada hal yang membuatnya tidak senang untuk pergi ke Kamboja ini. Zaki sama sekali tidak memiliki pikiran yang negatif tentang berita yang beredar tentang keburukan negara tersebut. Negara Kamboja dirasa seperti negara sendiri yaitu Indonesia, hanya suhunya di sini lebih tinggi dan terasa sangat panas. Namun semua itu tetap disyukuri karena dia bisa pergi ke luar negeri.

Pengalaman unik yang dia rasakan adalah saat melihat dan merasakan langsung budaya di Cambodia, yaitu mulai dari makanan, bahasa, hingga kebiasaan masyarakatnya yang berbeda dengan Indonesia. Hal itu membuatnya belajar banyak hal baru.

Pengalaman lucu yang dia alami adalah saat mencoba berbicara dengan orang lokal, tetapi terjadi bamyak salah paham karena adanya halangan perbedaan bahasa.

Mereka semua hanya tertawa bersama dan hal itu menjadi momen yang tidak terlupakan baginya dan juga sering merasa malu saat salah mengucapkan kata dalam bahasa Inggris di depan peserta lain, tetapi itu menjadi pelajaran berharga untuk lebih percaya diri dan terus belajar demi masa depan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post