Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
M. Raja Wira Wijaya, Murid MAN 2 Magetan Menyabet Medali Perak ICIA Cambodia 2026
Raja, di ICIA 2026

M. Raja Wira Wijaya, Murid MAN 2 Magetan Menyabet Medali Perak ICIA Cambodia 2026

Dari namanya saja, murid yang berpostur tinggi dan cakep ini layak dilayani selayaknya seorang raja. Hal itu memang dia bernama lengkap Muhammad Raja Wira Wijaya dan biasa dipanggil Raja oleh keluarga, teman dan juga gurunya.

Cowok berkacamata kelas XI ini dilahirkan di kota Palembang, Juni 2009 dan putra dari Bapak Mahfut Affandi dan ibu Tilawati Syamsia yang profesi mereka berdua sebagai wirausahawan.

Alasan Raja mengikuti lomba Inovasi ICIA 2026 untuk wilayah Asia Pasifik yang baru saja diadakan di kota Phnom Penh, Cambodia sebenarnya untuk berkompetisi tanpa beban, memperluas relasi, menambah pengalaman, dan menantang diri sendiri di Internasional.

Dengan 99% keyakinannya untuk menang, ternyata terbukti. Timnya yang terdiri dari 3 anak dari MAN 2 Magetan mampu menyabet medali perak untuk kategori Innovation Challenge yang dihadiri oleh banyak peserta dari 23 negara di dunia.

Perasaan bangga dan bahagia, semakin menambah semangatnya meskipun sedikit kecewa, karena belum bisa all in semua tenaga dan kemampuannya di kompetisi ini untuk menggapai medali emas. Kelak, Raja ingin menyelami bidang geologi, astronomi dan juga ingin memperluas wawasan ilmu geografi di seluruh dunia.

Sejujurnya, ini baru pertama kalinya dia femgan timnya mengikuti kegiatan di ajang kompetisi bergengsi seperti ini karena mereka bisa bertemu dengan banyak teman dari berbagai negara yang menyenangkan, dan menantang. Raja berharap bisa mengikuti lomba internasional lagi di lain waktu di event yang sama atau berbeda di dunia.

Saking semangatnya, hingga dia membeku dan benar benar tidak tahu harus melakukan apa karena berbagai pikiran negatif tentang Cambodia. Untungnya, di detik terakhir lomba, dia tidak terlalu memikirkan tentang hal-hal yang negatif itu karena bapak pembimbingnya, Bapakk Eko Adri Wahyudiono telah memberikan pesan untuk diingat selalu "Hal hal negatif tidak perlu dipikir, buatlah semuanya menyenangkan saja".

Senangnya, Raja telah bertemu banyak teman dari berbagai negara yang menurutnya, pertemuan tersebut cukup unik karena kemampuan bahasa Inggrisnya dipertaruhkan di event global tersebut. Dia juga sempat bertemu dengan beberapa peserta yang bisa dibilang tidak terlalu menguasai bahasa inggris, sehingga ada barrier di antara percakapan kami. Meskipun begitu, doa senang bisa mengenal mereka.

Pengalaman yang paling mengesankan bagi dirinya adalah saat pentas cultural night, dimana tim MAN 2 Magetan menunjukkan tari Ge Mo Fa Mi Re dari Maumere yang tampil dengan enerjik, dan mampu mengajak semua peserta untuk mengikuti gerakan tari atau senam tersebut.

Raja tidak menyangka bahwa hampir semua peserta, yang mungkin ratusan orang jumlahnya akan naik ke panggung dan ikut menari bersama Tim MAN 2 Magetan dan hal itu benar benar membekas di hatinya dan membuat pengalaman ini semakin berharga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post