Reny Nurlaili Septiana, Guru SMAN 1 Magetan dan Kisah Tugasnya di Olimpiade ASEAN 2026
Entah kebetulan dalam nasibnya atau faktor lainnya dalam hidup yang penuh misteri ini, ternyata setiap tiba pada hari dan bulan saat ulang tahunnya, Ibu Reny Nurlaili Septiana, S.Pd selalu mendapat kado untuk bertugas dinas ke luar negeri.
Dari nama terakhirnya, Septiana, pastilah bisa ditebak bahwa sosok cantik seolah berwajah blasteran Pakistan ini dilahirkan pada bulan September dan hal itu memang benar adanya, tepatnya kelahiran Kota Magetan tahun 1987.
Ibu Reny Nurlaili S, merupakan anak bungsu dan empat bersaudara dan saat ini bekerja sebagai guru ASN di SMA Negeri 1 Magetan dengan mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Pada minggu lalu, tepatnya tanggal 7 sampai dengan 12 September 2026, beliau mendapat tugas menjadi guru pendamping untuk mengantarkan 8 (delapan) muridnya ke ajang lomba Olimpiade ASEAN, di Terengganu, Malaysia.
Berkat kesabaran dan ketekunanannya masa persiapan sebelum pemberangkatan delegasi, Ibu Reny harus menyiapkan semua dokumen anak didiknya, berkolaborasi dengan kepala sekolah, orang tua murid yang menjadi peserta dan juga guru Matematika, Biologi, Bahasa Inggris untuk melatih siswa dengan soal-soal dalam bahasa Inggris untuk penguasaan materi Olimpiade.
Selama sepekan sebelum mengikuti berbagai kegiatan, seperti pertukaran budaya dan pelajar di beberapa Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) di Terengganu, Malaysia, ibu Reny, mewakili kepala sekolah menandatangani MOU (Memorandum of Understanding), yaitu nota kesepakatan untuk program kerjasama pertukaran budaya dan murid antar sekolah di Malaysia dan Indonesia.
Pelaksanaan lomba yang dipusatkan di Universiti Malaysia Terengganu (UMT) untuk semua bidang lomba, pada awalnya ibu Reny merasa pesimis dan gamang akan prestasi murid-muridnya karena beliau melihat ada sekitar 573 peserta Olimpiade ASEAN dari berbagai negara.
Namun, semua kegalauannya menjadi sirna dan terobati saat upacara penutupan karena dari delapan (8) anak didiknya, secara mengejutkan mampu membuktikan diri mereka di berbagai bidang studi dengan meraih 11 medali perak dan perunggu.
Melihat satu persatu anak didiknya dari SMAN 1 Magetan naik ke panggung untuk menerima piagam penghargaan dan kalungan medali, air mata ibu Reny yang sudah berusaha untuk ditahan, akhirnya jebol juga.
Dengan tangan gemetar, diabadikanlah momen bahagia para murdnya itu melalui kamera di androidnya serta diberi rangkulan hangat setiap muridnya dengan penuh rasa haru tangis kebahagiaan.
Sungguh kado terindah bagi ibu Reny Nurlaili Septiana yang sudah dua kali, selalu merayakan ulang tahunnya di negara Malaysia.
Untuk itu, sebelum kembali ke tanah air, Ibu dan tim delegasi Olimpiade ASEAN dari SMAN 1 Magetan, diajak untuk berkeliling Johor, Genting Highland, Putra Jaya, dan Singapura untuk refreshing.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
