Ely Widayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru IPA MTsN 6 Bantul Ikuti Pelatihan Daur Ulang Sampah Bersama di PIAT UGM

Guru IPA MTsN 6 Bantul Ikuti Pelatihan Daur Ulang Sampah Bersama di PIAT UGM

Komitmen dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan oleh MTsN 6 Bantul. Sebanyak tiga guru IPA MTsN 6 Bantul mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Bantul di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Jalan Tanjungtirto, Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran langsung mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengalaman praktik mengenai berbagai metode pengolahan limbah. Sampah makanan diolah menjadi maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah plastik diproses menjadi balok plastik mentah sebagai bahan baku produk daur ulang. Selain itu, peserta juga mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos serta memanfaatkan limbah buah dan sayur menjadi eco enzyme yang memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif sehingga dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.

Ketua MGMP IPA Kabupaten Bantul, Joko Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru IPA dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat secara umum, tetapi juga dapat dijadikan sarana pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran teori semata, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata di masing-masing sekolah dan madrasah. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik melalui pembelajaran yang aplikatif. Dengan demikian, budaya mengelola sampah secara bijak dapat tumbuh sejak dini,” ujar Joko Setiawan.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi atas keikutsertaan guru-guru IPA dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pelatihan semacam ini sangat relevan dengan upaya madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis proyek yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.

“Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dikembangkan di lingkungan madrasah. Kami berharap berbagai inovasi pengolahan sampah yang dipelajari dapat diterapkan melalui kegiatan pembelajaran maupun program madrasah, sehingga peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepedulian dan keterampilan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Sugiyono.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan MGMP IPA Kabupaten Bantul ini, MTsN 6 Bantul semakin mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan lingkungan. Berbagai inovasi pengelolaan sampah yang diperoleh selama pelatihan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi warga madrasah untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan demi mewujudkan madrasah (jks/ewh)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post