Ely Widayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tawa Pecah di Mushola, Serunya Siswa MTsN 6 Bantul Saling Pijat Pundak Saat Materi 'Kuri

Tawa Pecah di Mushola, Serunya Siswa MTsN 6 Bantul Saling Pijat Pundak Saat Materi 'Kuri

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) — Suasana khidmat di Mushola Al-Hikmah MTs Negeri 6 Bantul seketika berubah menjadi penuh kehangatan dan gelak tawa pada Selasa (14/7). Di tengah berlangsungnya kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah), para siswa baru disuguhkan sebuah sesi unik yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga merekatkan kebersamaan mereka lewat materi "Kurikulum Berbasis Cinta".

Bukan sekadar mendengarkan pemaparan yang kaku, para siswa justru diajak melakukan aksi nyata yang spontan dan mengundang keseruan: saling memijat pundak teman di sebelahnya.

Materi "Kurikulum Berbasis Cinta" ini sengaja dirancang untuk menanamkan rasa empati, kepedulian, dan kasih sayang antar sesama siswa sejak awal mereka menginjakkan kaki di madrasah.

Saat sesi berlangsung, instruktur meminta seluruh siswa untuk berbalik arah, meletakkan tangan di pundak teman di depannya, dan mulai memijat secara bergantian. Aksi "kereta pijat" ini langsung memecah kekakuan. Suara tawa riuh terdengar saat beberapa siswa merasa kegelian, sementara yang lain tampak memejamkan mata menikmati pijatan relaksasi setelah mengikuti rangkaian acara sejak pagi.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para siswa baru dalam sesi ini. Beliau menekankan bahwa pendekatan humanis adalah kunci utama pendidikan di madrasah.

"Kami ingin anak-anak merasa bahwa madrasah ini adalah rumah kedua yang penuh kasih sayang. Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, kita menanamkan bahwa belajar di MTsN 6 Bantul bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tetapi bagaimana menumbuhkan akhlakul karimah, saling menyayangi, dan meringankan beban sesama," ujar Sugiyono penuh semangat.

Aktivitas saling memijat pundak ini juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang menyenangkan fun learning agar para siswa tidak merasa jenuh selama masa orientasi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rina Harwati, menjelaskan bahwa esensi dari materi ini adalah implementasi nyata dari konsep kurikulum yang ramah anak.

"Melalui kegiatan sederhana seperti saling memijat pundak ini, kita sedang memecah gunung es (ice breaking) agar rasa canggung antar siswa baru seketika mencair. Kami ingin mereka paham sejak dini bahwa di dalam Kurikulum Berbasis Cinta, kolaborasi dan rasa kepedulian antar teman jauh lebih utama daripada kompetensi yang saling menjatuhkan," ungkap Rina Harwati. (atk)

Dengan berakhirnya sesi yang penuh canda tawa di mushola ini, MATAMUDA MTsN 6 Bantul sukses membuktikan bahwa pengenalan lingkungan sekolah bisa dikemas secara kreatif dan menyentuh hati. Para siswa baru kini siap memulai perjalanan akademik mereka dengan bekal semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan yang erat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post