Lima Siswa PPO Jadi Motor Utama Pemilos MTsN 6 Bantul 2026
Persiapan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) atau Pemilos Tahun 2026 di MTsN 6 Bantul terus dimatangkan. Hari ini, Kamis (27/8), dilaksanakan rapat Panitia Pemilihan OSIM (PPO) sebagai bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian Pemilos berjalan tertib, demokratis, dan lancar.
Menariknya, inti pelaksanaan Pemilos tahun ini berada di tangan lima siswa yang tergabung dalam PPO. Mereka adalah Sabrina Arifah Khafsoh, Kinanti Awahita Putri Ires, Muhammad Azzam Al Asy'ari, Muhammad Rafif Hibatullah, dan Olivia Khoirunnisa.
Kelima siswa tersebut memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pelaksanaan Pemilos. Mereka bertanggung jawab mulai dari pendataan pemilih, penjaringan kandidat, penyusunan jadwal kampanye, hingga persiapan berbagai kebutuhan dan logistik pemilihan. Dalam menjalankan tugasnya, PPO akan dibantu oleh KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bertugas mendukung teknis pelaksanaan proses pemungutan suara.
Rapat persiapan dipimpin oleh Waka Kesiswaan MTsN 6 Bantul, Wiwik Muslimatun, bersama Pembina OSIM, Rahmi Prabawaty. Dalam rapat tersebut, kelima anggota PPO melakukan koordinasi dan pemantapan berbagai tahapan yang harus disiapkan sebelum hari pemungutan suara.
Keberadaan PPO yang berasal dari kalangan siswa menjadi bagian penting dalam pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah. Mereka tidak sekadar menjadi panitia, tetapi juga belajar secara langsung mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, ketelitian, serta bagaimana menyelenggarakan proses pemilihan secara jujur dan adil.
Pemilos MTsN 6 Bantul Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 September 2026. Sebelum hari pemungutan suara, PPO bersama KPPS akan memastikan seluruh tahapan dan perlengkapan telah siap sehingga seluruh siswa yang memiliki hak pilih dapat mengikuti proses demokrasi tersebut dengan baik.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif kelima siswa PPO dalam mempersiapkan Pemilos tahun ini. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada siswa untuk menjadi penyelenggara merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan yang nyata.
“Saya mengapresiasi lima siswa yang dipercaya menjadi PPO. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk belajar menjadi pemimpin sekaligus belajar mengelola sebuah proses demokrasi. Saya berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jujur, adil, dan mampu bekerja sama dengan baik,” ungkap Sugiyono.
Ia juga berharap Pemilos tidak hanya menghasilkan Ketua dan Wakil Ketua OSIM terpilih, tetapi mampu memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa MTsN 6 Bantul dalam memahami pentingnya demokrasi, tanggung jawab, dan partisipasi dalam kehidupan bersama.
Dengan semangat tersebut, Sabrina, Kinanti, Azzam, Rafif, dan Olivia kini menjadi lima sosok penting di balik persiapan Pemilos MTsN 6 Bantul 2026. Dari tangan mereka, proses demokrasi siswa di madrasah dipersiapkan agar berlangsung tertib, transparan, bertanggung jawab, dan menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi seluruh warga madrasah.(jks/ewh)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
