Siswa Kelas 8E Kenali Ragam Olahan Pangan Nusantara Melalui Pembelajaran Prakarya
Bantul, Senin (3/8/2026) – Siswa kelas 8E MTsN 6 Bantul mengikuti pembelajaran mata pelajaran Prakarya dengan materi pengenalan berbagai olahan makanan tradisional berdasarkan bahan pangan utamanya. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mengenalkan karakteristik bahan, cita rasa, dan teknik pengolahannya.
Pada pembelajaran tersebut, siswa mempelajari berbagai jenis olahan makanan yang berasal dari beras, tepung beras, ketan, tepung ketan, singkong, hingga kentang. Guru menjelaskan bahwa setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menghasilkan produk olahan dengan rasa, tekstur, dan teknik pengolahan yang beragam.
Beberapa contoh yang dikenalkan kepada siswa antara lain olahan dari beras seperti arem-arem dan lontong, olahan dari tepung beras seperti nagasari dan apem, olahan dari ketan seperti tape ketan dan lemper, serta olahan dari tepung ketan seperti moto kebo dan onde-onde. Selain itu, siswa juga mempelajari olahan berbahan singkong, seperti getuk dan keripik singkong, serta olahan dari kentang seperti perkedel dan kroket.
Melalui diskusi di kelas, siswa tidak hanya mengenal nama-nama makanan tersebut, tetapi juga mempelajari bahan utama yang digunakan, cita rasa yang dihasilkan, serta teknik pengolahan, seperti mengukus, merebus, menggoreng, hingga fermentasi.
Guru mata pelajaran Prakarya menjelaskan bahwa pengenalan aneka olahan pangan lokal merupakan langkah awal agar siswa lebih menghargai potensi pangan Indonesia dan mampu membedakan karakteristik setiap jenis olahan sebelum nantinya mempraktikkan proses pembuatannya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap pangan lokal sekaligus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan hidup.
"Melalui pengenalan berbagai olahan makanan tradisional, siswa diharapkan semakin mengenal kekayaan kuliner Nusantara serta memahami bahwa setiap bahan pangan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat," ujar Sugiyono.
Pembelajaran berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari siswa. Mereka aktif menyebutkan contoh makanan yang pernah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari serta berdiskusi mengenai perbedaan rasa dan teknik pengolahan dari setiap jenis makanan yang dipelajari (wwn)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
