Bukan Sekadar Rumus! IX C MTsN 6 Bantul Buktikan Hukum Archimedes di Laboratotium IPA
Wajah baru pembelajaran IPA mulai terasa di MTsN 6 Bantul. Seiring mulai beroperasinya Laboratorium IPA pada gedung baru bantuan SBSN, ruang tersebut kini mulai dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, nyata, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Suasana berbeda tampak pada Rabu (23/9/2026) ketika siswa kelas IX C MTsN 6 Bantul mengikuti praktikum sederhana materi Hukum Archimedes (Gaya Apung) di Laboratorium IPA gedung SBSN. Kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh guru pengampu IPA, Joko Setiawan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai konsep gaya apung, tetapi diajak untuk melakukan pengamatan dan percobaan secara langsung. Dengan menggunakan alat praktikum sederhana, siswa melakukan pengukuran, mencatat hasil pengamatan, mendiskusikan data, serta menghubungkannya dengan konsep Hukum Archimedes yang sedang dipelajari.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Kehadiran laboratorium baru memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mereka. Ruangan yang lebih luas, tertata, nyaman, serta dilengkapi pendingin ruangan (AC) membuat siswa lebih leluasa dalam melakukan kegiatan praktikum.
“Anak-anak terlihat lebih bersemangat ketika belajar melalui praktik langsung. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi dapat melihat, mengukur, mencatat, dan membuktikan sendiri fenomena yang sedang dipelajari,” ungkap Joko Setiawan.
Tidak hanya mendukung kegiatan eksperimen, laboratorium baru tersebut juga dilengkapi Interactive Flat Panel (IFP) yang dimanfaatkan untuk mendukung proses presentasi hasil praktikum. Setelah melakukan percobaan, siswa dapat menampilkan hasil pengamatan dan menyampaikannya kepada kelompok lain.
Kegiatan tersebut sekaligus melatih berbagai keterampilan siswa, mulai dari keterampilan proses sains, berpikir kritis, bekerja sama, mengolah data, hingga kemampuan berkomunikasi dan mempresentasikan hasil pengamatan.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, menyambut positif mulai dimanfaatkannya Laboratorium IPA gedung SBSN untuk kegiatan pembelajaran. Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana harus diikuti dengan pemanfaatan yang optimal sehingga benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran peserta didik.
“Kami tentu sangat bersyukur dengan hadirnya Laboratorium IPA baru ini. Fasilitas yang ada jangan hanya menjadi ruangan yang bagus, tetapi harus benar-benar menjadi ruang belajar yang aktif bagi siswa. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk bereksperimen, mengamati, menemukan, berdiskusi, dan menyampaikan hasil temuannya,” ujar Sugiyono.
Lebih lanjut, Sugiyono berharap keberadaan laboratorium baru dapat semakin mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman langsung.
“Pembelajaran IPA akan lebih bermakna ketika siswa dapat melihat hubungan antara teori yang mereka pelajari dengan fenomena nyata. Kami berharap laboratorium ini semakin sering dimanfaatkan, sehingga fasilitas SBSN yang telah diberikan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan mutu pembelajaran di MTsN 6 Bantul,” tambahnya.
Pemanfaatan Laboratorium IPA tersebut menjadi salah satu langkah awal optimalisasi fasilitas baru yang diperoleh MTsN 6 Bantul melalui pembangunan gedung SBSN. Kehadiran laboratorium, AC, serta dukungan teknologi berupa IFP memberikan lingkungan belajar yang semakin mendukung pembelajaran berbasis aktivitas dan teknologi.
Bagi siswa IX C, praktikum hari itu memberikan pengalaman bahwa belajar IPA tidak selalu harus dilakukan dengan membaca buku dan menghafalkan rumus. Konsep gaya apung yang sebelumnya hanya mereka temui dalam teori kini dapat mereka amati dan buktikan melalui percobaan.
Laboratorium baru pun mulai menunjukkan fungsinya: bukan sekadar ruangan baru, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk mencoba, menemukan, berdiskusi, dan membangun pemahaman melalui pengalaman nyata.
Dari gedung baru, lahir pengalaman belajar baru. Dari sebuah praktikum sederhana, tumbuh rasa ingin tahu untuk terus menemukan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
