Ely Widayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dari Limbah Plastik Menjadi Pot, Siswa Matsanaba Kreativitas dalam Kegiatan Adiwiyata

Dari Limbah Plastik Menjadi Pot, Siswa Matsanaba Kreativitas dalam Kegiatan Adiwiyata

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih sekaligus mendorong kreativitas siswa terus dilakukan MTsN 6 Bantul melalui berbagai kegiatan Adiwiyata. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan sampah dan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/09/2026) dengan memanfaatkan botol galon bekas sebagai bahan utama pembuatan pot.

Dalam kegiatan ini, setiap kelas mendapatkan tugas untuk membuat empat pot dari botol galon bekas. Siswa bersama-sama menyiapkan bahan, membersihkan botol, kemudian mengolahnya menjadi pot sesuai dengan kreativitas masing-masing. Proses tersebut dilakukan secara berkelompok sehingga siswa dapat belajar bekerja sama, berbagi tugas, sekaligus menuangkan ide kreatif dalam menghasilkan sebuah karya.

Pemanfaatan botol galon bekas menjadi pot merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip pengelolaan sampah melalui penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Dengan kreativitas siswa, limbah plastik yang sebelumnya tidak terpakai dapat diubah menjadi benda yang memiliki fungsi dan dapat digunakan untuk mendukung penghijauan lingkungan madrasah.

Pembimbing kegiatan, Dra. Wiwik Winarni, turut mendampingi siswa selama proses pembuatan pot. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa dalam mengembangkan ide dan memastikan proses pemanfaatan bahan bekas dapat dilakukan dengan baik. Siswa juga diarahkan untuk melihat potensi barang bekas di lingkungan sekitar agar tidak selalu berakhir sebagai sampah.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa secara langsung.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang kreatif. Barang bekas yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan di madrasah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selain menghasilkan empat pot dari setiap kelas, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada siswa bahwa kreativitas dapat menjadi salah satu cara dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Mereka belajar mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya yang memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan pemberdayaan sampah plastik tersebut diharapkan dapat terus menumbuhkan kesadaran warga madrasah untuk mengurangi sampah sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan. Melalui gerakan sederhana dari setiap kelas, MTsN 6 Bantul berupaya menjadikan semangat Adiwiyata bukan sekadar program, melainkan kebiasaan yang tumbuh dalam keseharian siswa. (wwn)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post