Ely Widayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru yang humanis, salah satu kunci sukses KBM di Matsanaba

Guru yang humanis, salah satu kunci sukses KBM di Matsanaba

Bantul, Rabu (30 /09/2026)Tidak hanya metode dan media pembelajaran yang canggih, ternyata sikap humanis seorang guru menjadi salah satu kunci suksesnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MTsN 6 Bantul (Matsanaba).

Pemandangan tersebut terlihat dalam KBM di kelas. Guru tidak hanya berdiri di depan menjelaskan materi, tetapi duduk bersama, mendengarkan keluh kesah siswa, dan membimbing dengan penuh kesabaran. Tidak ada bentakan, yang ada adalah sapaan ramah dan motivasi.

Pembelajaran humanis ini sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang tengah digalakkan Kementerian Agama, terutama pada indikator Panca Cinta, yaitu Cinta Diri Sendiri dan Sesama.

Salah satu siswi kelas 9 mengaku lebih nyaman belajar dengan guru yang humanis. “Kalau gurunya ramah dan tidak marah-marah, kita jadi tidak takut bertanya Bu. Kalau tidak bisa, dibimbing pelan-pelan, bukan dimarahi,” ujarnya.

Guru Prakarya MTsN 6 Bantul,Fauka Nurul mengatakan, menjadi humanis berarti memanusiakan manusia. “Kita harus paham, setiap anak punya kecepatan belajar yang berbeda. Tugas kita bukan menghakimi, tapi menemani prosesnya. Ketika anak merasa dihargai, dihormati, dan didengarkan, maka KBM akan berhasil dengan sendirinya,” jelasnya.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, menegaskan bahwa guru yang humanis adalah syarat mutlak terciptanya pembelajaran berkesadaran.

“Guru yang humanis adalah kunci. Secanggih apapun kurikulum, kalau gurunya tidak humanis, tidak akan sampai ke hati siswa. Di Matsanaba, kami tekankan: guru harus menjadi Lentera. Menjadi cahaya yang hangat, bukan yang membakar. Guru yang humanis akan melahirkan siswa yang percaya diri, berakhlak, dan berprestasi,” tegas Sugiyono.

Menurut Sugiyono, guru humanis memiliki ciri: empati, sabar, adil tidak membeda-bedakan siswa, peduli, dan mampu membangun komunikasi yang menyenangkan.

“Ketika guru humanis, maka siswa akan mencintai ilmunya, mencintai dirinya karena dihargai, dan mencintai sesamanya. Inilah esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta. KBM di Matsanaba berhasil karena kita membangun hubungan, bukan hanya transfer ilmu,” pungkasnya.

Dengan semangat humanis, MTsN 6 Bantul berkomitmen mewujudkan madrasah yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh warga madrasah.*(Fau)*

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post