Pembelajaran berkesadaran wujudkan panca cinta di Matsanaba
Bantul, Selasa (29/09/2026)_ – Suasana berbeda terlihat dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) / Prakarya di MTsN 6 Bantul. Kegiatan belajar mengajar berlangsung asyik, kreatif, dan penuh makna. Tidak hanya melatih keterampilan tangan, namun juga menjadi wujud nyata penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Pembelajaran berkesadaran yang diterapkan guru SBK ini sangat bersinergi dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama RI. Kurikulum tersebut memiliki indikator utama Panca Cinta.
Guru SBK MTsN 6 Bantul,Fauka Nurul menjelaskan, melalui prakarya membuat gelang, tas daur ulang, dan ecobrick, siswa diajak menginternalisasi nilai-nilai Panca Cinta secara langsung.
Cinta Allah dan Rasul yaitu Kegiatan diawali dengan doa dan niat berkarya sebagai bentuk ibadah. Siswa diajarkan bersyukur atas anugerah kreativitas dari Allah SWT.Cinta Ilmu yaitu Siswa tidak hanya membuat, tetapi memahami proses, teknik, dan filosofi di balik karya seni.Cinta Diri Sendiri dan Sesama yaitu Dalam kelompok kecil LENTERA, siswa belajar menghargai diri, percaya diri dengan karyanya, serta saling membantu.Cinta Lingkungan yaitu Bahan prakarya memanfaatkan limbah dan barang bekas di sekitar madrasah sebagai wujud cinta lingkungan.Cinta Tanah Air yaitu Motif dan karya yang dibuat mengangkat kearifan lokal Bantul dan budaya Nusantara.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pembelajaran tersebut.
“Pembelajaran berkesadaran ini luar biasa. Ini adalah implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta di Matsanaba. SBK dan Prakarya memang mengasyikkan, tapi yang lebih penting anak-anak belajar dengan hati. Panca Cinta itu tidak hanya dihafal, tapi dipraktikkan,” ujar Sugiyono.
“Ketika anak membuat karya dari limbah, di situ ada cinta Allah karena bersyukur, ada cinta lingkungan karena menjaga bumi, ada cinta sesama karena kerja kelompok, ada cinta tanah air karena mengangkat budaya lokal, dan ada cinta ilmu karena tekun. Inilah profil pelajar Pancasila yang Rahmatan Lil Alamin yang kita inginkan,” imbuhnya.
Ia berharap, model pembelajaran berkesadaran ini dapat diterapkan di semua mata pelajaran, sehingga seluruh aktivitas di MTsN 6 Bantul benar-benar mewujudkan madrasah yang penuh cinta.*(Fau)*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
