Pupuk Cinta Diri dan Sesama,Murid Matsanaba wujudkan Panca Cinta pada Mata Pelajaran
Bantul, Senin (28/09/2026)_ Pembelajaran Prakarya di MTsN 6 Bantul (Matsanaba) tidak hanya sekadar mengasah keterampilan tangan, namun juga menjadi media efektif untuk memupuk rasa cinta diri sendiri dan sesama. Melalui karya nyata, siswa mewujudkan salah satu indikator penting dalam Kurikulum Berbasis Cinta, yakni Panca Cinta.
Terlihat di kelas 9 E dan 9 F, Senin (28/09), siswa tampak antusias membuat kerajinan gelang dan gantungan kunci sederhana dari tali kur Pembelajaran dikemas dengan metode kelompok kecil
Dalam prosesnya, siswa diajarkan untuk percaya diri dengan karya sendiri, menghargai proses, dan tidak minder membandingkan hasil dengan teman. Di sisi lain, mereka juga belajar saling membantu, berbagi bahan, dan memberi apresiasi kepada karya teman satu kelompok.
“Pembelajaran berkesadaran ini memang mengasyikkan. Anak-anak jadi lebih percaya diri. Mereka yang awalnya bilang ‘saya tidak bisa Bu’, akhirnya bisa menyelesaikan gelang dengan bangga. Itulah cinta diri sendiri. Lalu ketika mereka membantu teman yang kesulitan merangkai tali, itulah cinta sesama,” ujar Fauka Nurul Guru Prakarya MTsN 6 Bantul.
Kegiatan ini sangat bersinergi dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang memiliki 5 indikator Panca Cinta:Cinta Allah dan Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Diri Sendiri dan Sesama, Cinta Lingkungan, dan Cinta Tanah Air.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono,mengapresiasi pembelajaran yang penuh makna tersebut.
“Saya melihat langsung, anak-anak belajar dengan bahagia. Cinta diri sendiri dan sesama itu pondasi karakter. Anak yang mencintai dirinya akan percaya diri dan tidak melakukan bullying, anak yang mencintai sesama akan peduli dan toleran. Lewat prakarya yang sederhana ini, nilai besar Panca Cinta itu tumbuh,” tegas Sugiyono.
Menurutnya, ketika siswa mampu mencintai diri dan sesama, maka empat cinta lainnya akan mengikuti. Siswa yang percaya diri akan semangat mencari ilmu (Cinta Ilmu), bersyukur kepada Allah (Cinta Allah dan Rasul), menjaga lingkungan dengan karya daur ulang (Cinta Lingkungan), dan bangga dengan budaya bangsa (Cinta Tanah Air).
Pembelajaran Prakarya di Matsanaba membuktikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya slogan, melainkan dapat dipraktikkan dalam setiap aktivitas belajar yang menyenangkan dan berkesadaran.*(Fau)*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
