Sedalam 6 Meter, MTsN 6 Bantul Bangun Sumur Resapan untuk Selamatkan Air
Komitmen MTsN 6 Bantul dalam mewujudkan madrasah yang peduli dan berwawasan lingkungan kembali diwujudkan melalui langkah nyata. Pada Selasa–Rabu, 22–23 September 2026, madrasah menambah prasarana lingkungan berupa sumur resapan air sebagai bagian dari upaya konservasi air di lingkungan madrasah.
Pembangunan sumur resapan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Prasarana ini dirancang untuk menjadi salah satu bagian dari sistem pengelolaan air yang lebih ramah lingkungan, khususnya dalam menampung dan meresapkan air ke dalam tanah.
Sumur resapan dibuat dengan kedalaman sekitar 5–6 meter hingga mencapai lapisan yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Kedalaman tersebut diharapkan mampu memberikan ruang tampung yang lebih besar sekaligus membantu mempercepat proses peresapan air ke dalam tanah.
Ke depan, sumur resapan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan untuk menampung air bekas kegiatan mencuci piring yang telah melalui proses penyaringan. Selain itu, prasarana ini juga dipersiapkan sebagai alternatif penampungan dan peresapan air hujan, terutama ketika musim penghujan tiba.
Dengan sistem tersebut, air yang sebelumnya berpotensi langsung mengalir menuju saluran pembuangan diharapkan dapat lebih banyak dikembalikan ke dalam tanah. Air hujan tidak hanya dipandang sebagai limpasan, tetapi juga sebagai sumber daya yang perlu dikelola dan dikonservasi.
Pembuatan sumur resapan ini dikawal langsung oleh Bagian Sarpras MTsN 6 Bantul, Joko Setiawan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi prasarana yang telah direncanakan.
Menurut Joko, pembangunan sumur resapan merupakan bagian dari langkah madrasah dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
“Sumur resapan ini kami siapkan bukan hanya untuk menampung air, tetapi juga bagaimana air bisa kembali ke tanah. Air bekas cuci piring yang sudah disaring nantinya dapat diarahkan ke resapan, begitu pula dengan air hujan. Harapannya, semakin banyak air yang bisa kita simpan di dalam tanah, semakin baik pula upaya kita menjaga ketersediaan air,” jelasnya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, menyampaikan apresiasi atas pembangunan prasarana tersebut. Menurutnya, konservasi lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak berhenti pada slogan.
“Madrasah memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh kepada peserta didik bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal nyata di sekitar kita. Sumur resapan ini merupakan salah satu ikhtiar MTsN 6 Bantul dalam menjaga air dan lingkungan. Kami berharap peserta didik juga memahami bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dan digunakan secara bijaksana,” ungkap Sugiyono.
Pembangunan sumur resapan tersebut sekaligus memperkuat berbagai upaya MTsN 6 Bantul dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan. Pengelolaan air menjadi salah satu aspek penting karena keberadaan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari warga madrasah, tetapi juga dengan keberlanjutan lingkungan pada masa mendatang.
Sedalam 6–7 meter memang terlihat sebagai sebuah lubang di tanah. Namun di baliknya terdapat ikhtiar untuk menyimpan air, menjaga tanah tetap memiliki cadangan air, dan mengurangi air yang terbuang sia-sia.
Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari perjalanan MTsN 6 Bantul untuk membangun madrasah yang semakin peduli terhadap lingkungan. Karena setiap tetes air yang berhasil dikembalikan ke tanah hari ini, adalah bagian dari investasi kehidupan untuk hari esok.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
