Tiga Guru IPA MTsN 6 Bantul Asah Perangkat Pembelajaran, Integrasikan Kurikulum KBC
Tiga guru IPA MTsN 6 Bantul mengikuti Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di MTsN 9 Bantul tersebut menjadi ruang bagi para guru IPA untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan.
Tiga guru IPA MTsN 6 Bantul yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Joko Setiawan, Ihsanudin, dan Dian Puji Astuti. Mereka bersama guru-guru IPA MTs se-Kabupaten Bantul mendapatkan pendampingan langsung dari dua Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Bantul, yaitu Etyk Nurhayati dan Miftakhul Bakhri.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan bimbingan dalam penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta Modul Ajar yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami struktur dan komponen perangkat pembelajaran, tetapi juga bagaimana nilai-nilai KBC dapat dihadirkan secara nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Pendekatan tersebut mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang lebih bermakna dengan memperhatikan aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Integrasi KBC diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih humanis, kontekstual, dan mampu menumbuhkan kepedulian serta sikap positif dalam diri peserta didik.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para guru mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, menyusun perangkat pembelajaran, serta mendapatkan arahan dan masukan dari narasumber. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar implementasi KBC tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam perangkat pembelajaran yang aplikatif di kelas.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi keikutsertaan guru-guru IPA dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran di madrasah.
“Kami sangat mendukung guru-guru MTsN 6 Bantul untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan kebijakan serta pendekatan pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta memberikan ruang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter dan hubungan yang positif dengan peserta didik. Hasil dari workshop ini diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA di MTsN 6 Bantul,” ungkap Sugiyono.
Keikutsertaan tiga guru IPA dalam workshop tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan perangkat pembelajaran IPA di MTsN 6 Bantul. Dengan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan KBC, pembelajaran IPA diharapkan semakin mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan kecintaan dalam kehidupan sehari-hari.
Workshop ini juga menjadi momentum bagi MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul untuk memperkuat kolaborasi antarguru dalam menghadapi dinamika pembelajaran dan implementasi kebijakan pendidikan di madrasah. Dari perangkat pembelajaran yang dirancang dengan penuh makna, diharapkan lahir pembelajaran IPA yang tidak hanya mengasah nalar, tetapi juga menumbuhkan cinta.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
