Ely Widayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
English Morning Club Matsanaba, Dari 'Silent Reading Menuju Reading Aloud'

English Morning Club Matsanaba, Dari 'Silent Reading Menuju Reading Aloud'

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Suasana belajar Bahasa Inggris tampak lebih hidup dalam kegiatan English Morning Club MTsN 6 Bantul, Selasa (6/10/2026). Sebanyak 15 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan yang dirancang untuk mengasah kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Inggris. Pembelajaran berlangsung interaktif dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media utama.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video melalui IFP untuk membangun perhatian dan memberikan konteks terhadap materi yang dipelajari. Setelah menyimak video, siswa diarahkan untuk melakukan silent reading dengan membaca teks secara mandiri. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami isi bacaan, mengenali kosakata, serta mempersiapkan diri sebelum membaca teks secara lantang.

Setelah melalui tahap 'silent reading', siswa kemudian memasuki kegiatan 'reading aloud'. Secara bergantian, mereka membaca teks yang ditampilkan pada layar IFP dengan suara jelas. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kemampuan membaca dan pelafalan (pronunciation), tetapi juga membangun keberanian siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris di hadapan teman-temannya.

Pemanfaatan IFP membuat kegiatan semakin menarik karena siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan. Perpaduan video, teks, dan aktivitas membaca memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif dibandingkan pembelajaran yang hanya mengandalkan buku. Kegiatan *English Morning Club* pun menjadi ruang bagi siswa untuk belajar Bahasa Inggris secara santai, aktif, dan menyenangkan sebelum memulai pembelajaran di kelas.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi kegiatan itu yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris melalui pengalaman belajar yang interaktif. “Fasilitas yang dimiliki madrasah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan siswa. Dengan IFP dan berbagai media pembelajaran yang tersedia, kami berharap guru dan siswa dapat mengoptimalkannya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan memberikan pengalaman yang bermakna,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Matsanaba terus mendorong siswa agar semakin percaya diri membaca, memahami, dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. (ewh)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post