ANTARA HATIKU DAN DIA ' Tagur H-9 '
Flash back kebelakang sekitar 4 tahun yang lalu, tepatnya waktu kegiatan UN tahun 2016, Waktu itu aku diberitahu oleh ketua panitia UN bahwa aku harus berangkat ke rumah sakit untuk mendampingi salah satu siswa kita yang sedang dirawat karena leukimia yang dideritanya dan harus menjalani kemoterapi. Sungguh satu tugas yang sangat berat yang harus dijalani, guman dalam hati kecil ini, kenapa serasa berat karena harus aku jajaki lagi tempat dimana aku lalui hari hariku dengan buah hatiku waktu itu, yang sama harus bergelut dengan kemoterapi juga , tentu ingatan dan hati ini akan kembali ke masa itu lagi. Namun tugas tanggung jawab ini harus aku jalani demi masa depan anak didik kami.
Akhirnya aku coba kuatkan tekad dalam hati, ini demi seorang anak didik yang berhak sukses juga, dan egois dalam hati ini harus dihilangkan, life must go on, dengan kenyakinan bahwa buah hatikupun akan bangga dengan aku mengemban tugas ini.
Dengan prosedur rumah sakit, akhirnya aku dan salah satu pengawas lain sesuai peraturan UN, kami bisa menemui ananda yang akan ikut Ujian Nasional ini, pertama melihat kedatangan kami yang lengkap dengan kokarde tergantung, aku melihat pucat sekali ananda, nampak cemas bergelayut di bola matanya, sebagai pelaksana UN aku berusaha melaksanakan tugas sesuai tatib yang sudah ada, dan aku coba dekati sambil berbisik " jangan takut dan cemas yah nanda, ada ibu di sampingmu, ibu akan bantu semampu ibu agar ananda bisa menyelesaikan UN ini sampai hari akhir nanti", agak berkurang kecemasan di hati anak didik kami ini.
Menurut keterangan dari orang tua anak didik kami ini, bahwa setelah ananda selesai melaksanakan UN hari ini, siangnya ananda akan dilakukan pengambilan sumsum tulang belakang untuk kepentingan pemeriksaan penyakit yang dideritanya itu, sungguh suatu perjalanan yang berat yang harus dilalui anak didik kami ini, bahkan lebih sakit dan berat dari kegiatan UN yang baru saja dilaluinya.
Empat hari sudah berlalu, kegiatan UN pun sudah selesai, alhamdulillah ananda bisa mengikuti dan menyelesaikan kegiatan tersebut, denfan kondisi yang tidak mengalami drop karena pengaruh kemoterapi, sungguh satu kekuasaan dari Allah yang diberikan kepada Ananda, kemudahan melaluinya.
Terima kasih ya Allah, aku bersyukur bisa memenangkan hati ini dari sebuah ego dari masa lalu yang selalu membayangi, dan sukses untuk ananda, menurut kabar yang aku dengar Dia sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di kota ini, sebuah pembelajaran hidup sudah dijalaninya bahwa ternyata semangat yang besar bisa membangkitkan kekuatan untuk menghalau rintangan yang besar.
Padang, 24 / 10 / 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
