DINDING RINDU (Tagur hari ke 6)
Halusinasi menerawang berjalan tertatih
Menapaki bayang ketika kau hadir
Mentari pagi membuka senyum dengan rinai tertahan
Namun sinar mentari membasuh rinai turun
Bayang hadirmu berjalan tertatih
Mencari kalbu yang suci
Kalbu itu Kau temukan di taman melati
Terbingkai ketulusan
Tertatih kalbu memeluk bayangmu
Kasih tercurah sepenuh jiwa
Senyum indah hadir lewat bibir mungilmu
Hingga sulit menepis kasih dalam dada
Suatu senja hadirmu mulai menipis
Jabat tangan mulai merenggang
Bukan tanpa kasih bukan tanpa cinta
Namun sosok mungilmu perlahan harus sirna
Hadirmu hanya sebatas lembayung
Meninggalkan jejak pada dinding rindu
Rindu yang tak pernah sirna
Temu ku hanya pada dinding rindu
Padang, 22/10/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
