Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BAJU LEBARAN JAHITAN EMAK ' Tagur H - 43 '

BAJU LEBARAN JAHITAN EMAK ' Tagur H - 43 '

Kulit putih, mata sipit dan rambut panjang, itulah Mira, gadis kecil yang selalu mengembangkan senyumnya kepada setiap orang yang berkunjung ke rumahnya untuk menjahit pakaian kepada Bapak atau Emaknya, Tak jarang Mira oleh Bapak dibawa ke pasar untuk membeli peralatan jahit ke toko enci enci cina biasa Mira menyebutnya, sangat senang Mira bisa ke pasar karena dia akan naik delman Abah, kusir delman yang sangat menyanyangi Mira, yang tinggal tak jauh dari rumahnya, dan hal paling membahagiakannya adalah Mira sering diberi uang koin 5 rupiah oleh enci pemilik toko peralatan jahitnya, karena wajah Mira yang mirip orang Cina katanya.

Suatu hari ketika menjelang hari raya, Mira menangis " Mak, Mira enggak mau pakai baju lebaran yang dibuatkan Emak", kata Mira sambil berlinang airmatanya, " kenapa??, tanya Emak, " baju ini enggak ada dijual di pasar", bujuk Emak kepada Mira, sambil mendekatinya dan membujuknya supaya mau memakai baju hasil jahitan Emak di hari raya nanti. " Mira ingin baju yang dibeli, Mak", kata Mira terisak sambil memeluk ibunya, " Mira ingin pakai baju seperti teman teman Mira , yang dibeli di pasar bukan hasil jahitan Emak", sambil terus terisak Mira mengadu kepada Emaknya yang terus memeluk erat tanpa bisa berkata kata. Jauh dilubuk hati paling dalam, Emak merasa sedih karena tak sanggup membelikan Mira baju lebaran seperti yang diinginkan anaknya itu. Emak hanya bisa menjahitkan baju untuk anaknya dari kain sisa orang orang yang menjahit kepadanya.

Hari rayapun tiba, Mira menggunakan gaun merah, berundak undak sangat indah di pakai Mira yang memiliki kulit putih dengan khas mata sipitnya itu, " cantik sekali Mira", kata Emak sambil mengikat rambut Mira yang terurai. Tiba tiba Eneng teman Mira datang dan tercengang melihat baju Mira, " bagus sekali bajumu itu" kata Eneng kepada Mira, " dimana belinya ? ", tanya Eneng lagi penasaran, dengan bangga Mira menjawab " baju ini tidak ada di jual di pasar, karena emak ku yang membuatkan baju ini, hebat emakku kan?. Dengan penuh bangga di hari raya Mira akhirnya menggunakan gaun merah hasil jahitan Emaknya. " terima kasih Emak, Mira sayang sama Emak", sambil memeluk erat dan mencium pipi Emak.

Padang, 28/11/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post