BOHONG ' Tagur H - 38 '
Pulang dari kampus, Mira bersama dua sahabatnya dan Dodi pulang naik bis kota bersama, kebetulan hari ini Ana dan Agnes akan mengerjakan tugas di tempat kost Mira. Mira masih terlihat murung dan ini membuat heran sahabatnya, " kamu kenapa Mira?", tanya Ana, dengan sedikit mendesak Mira untuk bercerita apa yang dirasakannya sehingga membuat Mira murung, akhirnya Mira bercerita kepada sahabatnya dan mengatakan "bapakku sakit udah 1 minggu", kata Mira dengan nada sedih, sontak saja terkejut sahabat Mira ini. " kenapa kamu gak pulang Mira?", tanya Agnes sambil memegang pundak Mira, " kalau aku, bapakku sakit gak ada alasan apapun aku langsung pulang!!", timpal Ana dengan logat Medannya itu, Mira tertunduk sedih dan tidak bisa menjawab apa yang dikatakan sahabatnya itu. Dalam hati berpikir, betul sekali apa yang dikatakan sahabatnya ini. Melihat Mira termenung, sahabatnya mendekati Mira dan berkata " pulanglah kalau memang bapakmu sakit, gak usah pikirkan kuliah dan tugas tugas di sini dulu itu nanti bisa disusulkan", saran sahabat Mira, Mira mengangguk tanda setuju dan sedikit tenang dan lega perasaanya, telah berbagi cerita dengan sahabatnya itu. Sambil mengerjakan tugas, Mira, Dodi, Ana dan Agnes bercengkrama dan bercanda, hal ini sedikit mengurangi perasaan sedih Mira, namun tetap tidak hilang dari pikiran Mira wajah Bapak yang terus membayanginya.
Ketika Mira dan sahabatnya sedang asyik mengerjakan tugas, tiba tiba datang bude ibu kost yang katanya baru saja menerima telpon dari keluarga Mira, bahwa Mira hari ini juga harus pulang ke Bogor, karena Bapak sakit keras. Berkecamuk perasaan Mira saat itu karena antara Bapak masih ada atau Bapak sudah tiada dan masih sakit keras. Mira berusaha kuat dan berpikiran positif bahwa Bapak masih ada belum meninggal. Dodi, Ana dan Agnes hanya bisa menghibur Mira dan memberikan semangat untuk Mira tabah dan ikhlas menerima kabar ini.
Sore hari dengan diantar salah seorang teman kostnya, Mira menuju stasiun kereta dimana Mira biasa naik kereta api jika akan pulang, sore itu dengan menaiki kereta senja dari Jogjakarta Mira berangkat, dengan jarak tempuh semalam Mira akan sampai ke Jakarta untuk selanjutnya perjalanan Mira lanjutkan dengan kereta KRL ke Bogor. Selama perjalanan, hati Mira sungguh tidak tenang, betulkah Bapak sakit keras???, atau Bapak sudah meninggal???, pertanyaan itu muncul bergantian di hati Mira, namun ada setitik harapan bahwa Bapak hanya sakit keras saja, itulah yang menguatkan hati Mira untuk tidak menangis selama dalam perjalanannya pulang.
Menginjakkan kaki di stasiun Bogor, Mira bergegas naik kendaraan umum, untuk segera sampai di rumahnya, dan sesampai di rumahnya Mira berjalan menyusuri gang kecil dan tiba tiba Mira bertemu dengan keponakannya yang masih kecil setengah berlari melihat kedatangan Mira, keponakannya itu seketika spontan mengatakan " Bapak sudah dikuburkan di sana kemarin.....!!!! ", gelap kelam, lidah kaku tak bisa berkata apa apa lagi dan melangkahpun Mira tak sanggup, lunglai Mira, terduduk dan tak terbendung airmatanya menetes keluar, " aku dibohongi " lirih hati Mira, ternyata ketika kabar itu kuterima bapak tidak sakit keras tapi bapak sudah tiada meninggalkanku selama lamanya,.....Tuhan titip bapakku, berikan tempat terbaik untuk bapak di syurgaMu, ucap hati Mira pedih sekali....
Padang, 23 / 11 / 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
