Euis Nurjanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEPOTONG ROTI PERPISAHAN 'Tagur H - 16'

SEPOTONG ROTI PERPISAHAN 'Tagur H - 16'

Persahabatan Mira dan Santi, sudah terjalin sejak sama sama duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Selain tempat tinggal mereka berdekatan, hanya beda gang rumah saja, maka persahabatan merekapun sangat terjalin erat. Kemanapun dan setiap kegiatan yang diadakan di madrasah, mereka selalu bersama, jika salah satu dari mereka tidak ikut sertakan, maka keduanya juga tidak ikut. Suatu hari ada lomba senam pagi antar madrasah, ketika dilakukan pemilihan anggota lomba, Santi tidak terpilih, dengan tegas Mira mengatakan " pak guru Mira tidak ikut lomba kalau Santi tidak ikut" , akhirnya guru pembimbing senam memilih Santi untuk ikut lomba senam juga, dan alhamdulillah berkat semangat kami akhirnya madrasah kami menjadi juara 1 lomba senam itu. Begitulah setiap kegiatan selalu ada mereka, disitu ada Mira di situ juga ada Santi. Tak terpisahkan mereka berdua.

Lulus Madrasah Ibtidaiyah, Mira dan Santi, masuk ke Madrasah Tsanawiyah yang sama, bahkan mereka satu kelas juga, seperti sudah di jodohkan persahabatan mereka itu, sungguh senang dan sangat semangat mereka belajar, dan saling melengkapi keduanya. Santi sangat pandai dengan pelajaran agama , dan Mira pada pelajaran umum lebih unggul dari Santi, sehingga keduanya selalu saling membantu satu sama lain, sampai mereka bisa menamatkan Madrasah Tsanawiyah. Ketika akan melanjutkan pendidikan selanjutnya, Mira dan Santi memutuskan berbeda sekolah, karena mereka sudah punya tujuan dan impian masing masing, Santi melanjutkan ke Madrasah Aliyah dan Mira melanjutkan ke Sekolah Umum yaitu Sekolah Kejuruan. Sekolah yang berbeda tidak menyurutkan persahabatan keduanya, mereka tetap saling bertemu, Mira dan Santi aktif di kegiatan remaja mesjid, yang didirikan oleh para remaja yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, Mira dan Santi akan bertemu pada kegiatan pengajian rutin yang diadakan oleh remaja mesjid dimana mereka termasuk pengurus di dalamnya.

Suatu hari Mira datang ke rumah Santi , " Santi aku mau pamit ", kata Mira, " mau kemana Mira? ", tanya Santi bingung, Mira menjelaskan kalau dirinya besok pagi akan berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya, karena Mira diterima PMDK di IKIP Yogyakarta, menangis Santi mendengar cerita sahabatnya itu, dipeluknya erat Mira, sambil berkata " kamu akan sukses Mira, doaku selalu untukmu" kata Santi berbisik di telinga Mira. Mereka berdua berpelukan sambil menangis karena perpisahan mereka tidak bisa dielakkan lagi. Demi cita cita Mira semua harus dijalani. Waktu berlalu setelah menyelesaikan pendidikannya, Mira harus tinggal beda kota dengan Santi, karena suami Mira bertugas di luar kota. Meskipun berjauhan Mira dan Santi selalu berkirim kabar lewat sepucuk surat yang selalu mereka kirimkan.

Suatu hari ketika Mira sedang berkunjung ke Yogyakarta, Mira mendapatkan telpon dari adiknya yang mengabarkan bahwa Santi sedang di rawat di rumah sakit. Di luar dari rencana sebelumnya Mira memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, mengunjungi keluarga besarnya sekaligus menjenguk Santi sahabatnya itu, tanpa berpikir panjang lagi, turun dari kereta api malam itu Mira langsung menuju rumah sakit tempat Santi di rawat, betapa terkejutnya Mira melihat sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu dalam keadaan kondisi seperti ini, Mira dan Santi saling berpelukan, menangis saling melepas rindu, ada tawa terselingi diantaranya, cerita masa dulu menyelingi tawa mereka berdua, meski tertawa tapi airmata keduanya tetap berlinang, terlebih Mira yang tidak tahan melihat kondisi Santi yang kurus karena sakit yang dideritanya, " kamu harus sembuh Santi", ucap Mira kepada Santi, " aku ga selera makan Mira, tidak enak semua makanan yang masuk ke mulut ini", jawab Santi, " kamu harus kuat, lawan sakitmu ini Santi!!" Kataku kepada Santi, Santi memeluk Mira dan merekapun berpelukan erat seperti tak mau berpisah lagi, " kamu mau makan apa Santi", tanya Mira, " terasa enak sepertinya makan roti bagelen ", tiba tiba jawab Santi, tanpa berpikir panjang lagi, Mira meminta adiknya untuk membelikan roti bagelan sesuai yang diminta Santi. " Santi nanti di makan yah rotinya", kata Mira, "Iya, enak sekali roti bagelen ini", jawab Santi, berlinang airmata Mira mendengar sahabatnya ini, hanya roti yang dia minta dari sahabatnya ini. Tak lama kemudian roti yang diminta Santi datang, tidak perlu lama langsung Mira buka bungkusan roti bagelan itu, " makan rotinya Santi, biar tubuhmu kuat dan cepat sembuh", kataku sambil aku sodorkan sepotong roti bagelen ke tangan Santi. " enak sekali roti ini Mira", sambung Santi, sambil memasukan roti bagelen dalam mulutnya. Lahap sekali malam itu Santi makan sepotong roti bagelen sampai habis. Mira bahagia sekali melihat sahabatnya mau makan meskipun hanya sepotong roti bagelen. Semoga lekas sembuh sahabatku dalam hati Mira berucap.

Tuhan berkehendak lain, dua hari setelah pertemuan Mira dengan Santi, Santi tak bisa bertahan lagi dengan sakitnya itu, Allah lebih sayang dan Allah memanggil sahabat terbaik bagi Mira menghadapNya. Airmata Mira menetes mendengar kabar duka itu, sepotong roti jadi saksi perpisahan terakhir mereka. Tak akan ada lagi pelukan antara keduanya. Selamat jalan sahabat, beristirahatlah dengan tenang, dan kenangan itu selalu akan tersimpan rapi dalam hati ini. Ucap Mira lirih.

Padang, 01/11/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post