PERTEMUAN TERAKHIR DENGAN BAPAK (5)
Sepanjang perjalanan pulang ke Bogor, terbayang wajah Bapak yang begitu berat melepas kepulangan Mira dan Susan, namun Mirapun tak dapat mengabulkan permintaan Bapak untuk menginap mengingat besok Mira harus berangkat ke Jogja. Bukan tak mau tapi ujian sudah di depan mata dan tugas yang menumpuk harus dikerjakan Mira. " Maafkan Mira pak", guman hati Mira.
Keesokan harinya Mira berangkat ke Jogja dengan naik kereta senja yang berangkat dari Stasiun Gambir sekitar jam 20.00 WIB dan sampai Jogja di Stasiun Tugu sekitar subuh jam 05.00 Wib pagi harinya. Sepanjang malam mata Mira tak bisa terpejam, terbayang wajah Bapak dengan menahan kesedihannya melepas kepergian Mira dan adiknya Susan. Jauh di lubuk hati Mirapun sangat sedih tak bisa memenuhi permintaan Bapak yang begitu sederhana itu, sikap Bapak yang tidak seperti biasa juga membuat hati Mira tidak tenang, terbersit sesuatu yang buruk terjadi dengan Bapak, namun semuanya itu coba ditepis oleh Mira dengan harapan Bapak tetap sehat sehat saja dan suatu saat Mira wisuda Bapak bisa datang ke Jogja melihat Mira menggunakan toga lengkap dengan baju kebesarannya. " aku janji akan segera terwujud keinginanmu untuk ke Jogja menghadiri wisudaku", janji Mira kepada Bapak.
Setelah dua bulan Mira di Jogja, suatu hari sepulang kuliah Mira dipanggil oleh ibu kost, dan dikabarkan bahwa Bapak sakit keras dan Mira diminta segera pulang ke Bogor hari ini juga, terkejut dan tak menentu pikiran Mira saat itu, terbayang kembali ketika Bapak memintanya untuk menginap, dan sikap yang tak seperti biasa Bapak tunjukan, seribu tanyapun terbersit di relung hati "betulkah Bapak sakit keras?, atau jangan jangan Bapak sudah ga ada lagi", tanyaku dalam hati bergejolak, " ooh tidak!!, jangan ambil dulu Bapakku!!, aku belum bisa membuat bahagia hatinya, aku belum wisuda ya Allah", gejolak hati Mira penuh tanya.
Sepanjang perjalanan Jogja - Bogor hati Mira tidak karuan tak menentu, namun semuanya dihibur dengan "Bapak masih ada, dia masih sakit belum meninggal" harapan Mira dalam hatinya. Sesampainya di kota Bogor Mira berjalan menyusuri gang menuju ke rumahnya, tiba tiba datang sambil berlari ponakan Mira sambil berteriak " Bibi, kemarin kakek dikuburkan di sana", teriak ponakan Mira itu. Gelap, kelam dan lunglai Mira tak bisa melanjutkan langkahnya, "Bapak sudah meninggal", ucap hati Mira seakan tak percaya, Bapak pergi untuk selama lamanya meninggalkan Mira dengan harapan menjadi sarjana dan membuat Bapak bangga. namun semua tinggal kenangan dan ternyata ketika itu adalah pertemuan terakhir dengan Bapak.
##
Ragamu tak dapat diraba
Pelukmu tak dapat lagi dijangkau
Kasihmu abadi dalam kisah nyata
Kukenang selalu dirimu
Bapak....kasihmu tak terganti dalam hidupku
##
#Tamat#
Padang,02/01/2021 #TagurH-6#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
